Sabtu, 17 Desember 2016

Bertanam di dunia, Memanen di Surga

Bertanam di dunia, Memanen di Surga
Oleh : Joyo Juwoto

Umur manusia di kehidupan dunia sangat singkat, bekal yang dimiliki pun sangat sedikit, sedang perjalanan mengarungi padang akhirat sangat panjang, jauh dan memakan waktu yang lama. Banyak halangan dan rintangan yang akan kita hadapi sendiri, tanpa bantuan dari siapapun. Masing-masing sibuk dengan urusan-urusannya sendiri, hanya amal dan pahala kebaikan kita di dunia yang akan meringankan beban perjalanan  menuju alam keabadian.

Dalam Kitab Ihya’ ulumuddin, Imam Al Ghazali menyatakan, bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda :
الدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الآخِرَةِ
Artinya : “Dunia adalah ladang akhirat”
Dunia adalah ladang dan sawah untuk akhirat kita, oleh karena itu carilah tanah yang subur dan baik, bertanamlah dengan benih-benih yang unggul, rawat dengan tekun dan istiqamah, siramilah dengan air keikhlasan, ketulusan, pupuklah dengan rasa syukur dan sabar agar kelak kita bisa memanen tanaman kita dengan hasil yang melimpah ruah dan maksimal.

Sebagaimana seorang petani, jika kita bertanam padi maka yang akan kita panen adalah padi, jika kita menanam jagung maka jagung pula yang akan kita ketam. Walau mungkin selain padi dan jagung tumbuh pula gulma, rumput, ilalang, dan tanaman-tanaman perusak lainnya. Namun jangan pernah berharap akan kita panen padi dan jagung jika yang kita tanam adalah rumput dan ilalang itu sendiri. Jangan pernah mengharapkan Surga jika neraka yang kita tanam di dunia ini, karena kebaikan akan mendapatkan balasan kebaikan, sedang kejelekan juga akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Oleh karena itu, mari mempersiapkan tanaman-tanaman yang baik di dunia, agar hasilnya bisa kita panen dengan melimpah di Surga kelak. Diantara cara mempersiapkan tanaman yang baik adalah dengan memperbaiki sikap dan perilaku kita sebagai seorang muslim. Baik itu peilaku yang berkenaan dengan ubudiyah maupun dengan masalah yang menyangkut muamalah.
Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلاَمَهُ ، فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ ، وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا

Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seseorang memperbagus keislamannya, maka setiap kebaikan yang dilakukannya dituliskan 10 hingga 700 kali lipat, sedangkan setiap kejelekannya hanya ditulis sepertinya (satu saja)."

Perhatikan isi hadits di atas, betapa Allah swt sangat mengasihi hamba-hamba-Nya, siapapun yang memperbagus keislamannya, kemudian melakukan amal kebaikan maka amal itu akan dicatat 10 kali lipat, hingga berpotensi sampai 700 kali lipat dari amalnya. Sedang jika seorang muslim melakukan satu kesalahan maka kejelekan yang ditulis juga hanya satu saja.


Oleh karena itu mari kita syukuri nikmat Iman, dan Islam ini dengan cara memperbagus keislaman kita, bagus lahir batin, bagus dalam hubungan dengan tetangga, masyarakat, bagus dalam berbangsa dan bernegara guna menciptakan kehidupan yang rahmatan lil ‘alamin dalam ridho Allah swt.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar