Selasa, 15 November 2016

Mutiara Surat Al Kafirun

Mutiara Surat Al Kafirun
Oleh : Joyojuwoto

Surat Al Kafirun adalah surat yang diturunkan di Makkah, jumlah ayatnya ada delapan. Surat ini turun sebagai respon keinginan orang-orang kafir Quraiys yang ingin berkompromi  dalam hal peribadatan dengan Nabi Muhammad. Orang-orang Kafir mengusulkan agar tidak terjadi ketegangan diantara mereka dan dalam rangka menjaga kerukunan dan toleransi alangkah baiknya jika umat Islam dan orang-orang kafir saling bergantian dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan.

Orang-orang kafir Quraiys mau menyembah kepada Allah dengan syarat orang Islam juga harus menyembah berhala yang menjadi Tuhan orang kafir. Mereka akan bergantian melakukan penyembahan itu. Jika dilihat secara sekilas seakan-akan usulan orang-orang kafir sangat indah, saling bekerja sama dan rukun. Namun hal ini dengan tegas ditolak oleh Allah sehingga turunlah surat Al Kafirun ini. Antara kebatilan dan kebaikan tidak mungkin akan bersatu dan saling mendukung sebagaimana air dan minyak yang tidak akan pernah bersatu, ada jarak dan pembeda diantara keduanya.

Ajaran Islam punya batasan dan aturan yang jelas dalam hal toleransi, dalam hal kemanusiaan toleransi dijunjung tinggi, sedang dalam hal aqidah tidak diperkenankan mencampur adukkan keyakinan. Karena Islam mengakui benar adanya keragaman dan pluralitas.

Dalam ayat pertama dan kedua surat Al Kafirun ini dinyatakan bahwa Nabi Muhammad tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir, ini adalah ungkapan yang sangat tegas bahwa orang yang beriman tidak akan menyembah dan membenarkan Tuhan selain Allah. Sebagaimana kelanjutan ayat ke tiga orang-orang kafir pun tidak akan menyembah Tuhannya orang-orang yang beriman.

Ayat keempat dan kelima adalah penegasan kembali dari ayat yang sebelumnya, bahwa orang Islam tidak akan menyembah Tuhannya orang kafir, dan orang kafir pun tidak akan pernah menyembah Tuhannya orang Islam. Jadi keinginan orang kafir untuk bergantian dalam hal penyembahan adalah alasan semata yang mereka buat-buat karena mereka kesulitan untuk memalingkan keyakinan umat Islam untuk tidak menyembah Allah swt. Kemudian ayat ini ditutup dengan ungkapan yang sangat indah sekali “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku”

Keyakinan adalah sesuatu yang sangat esensial di dalam hidup ini, apalagi itu meyangkut masalah aqidah, umat Islam harus tegas sebagaimana dalam kandungan surat Al Kafirun ini. kita memang tidak boleh fanatik dengan golongan, dengan komunitas, dengan kesukuan kita, namun dengan agama fanatik itu harus bahkan wajib hukumnya. Keyakinan terhadap keimanan agama adalah salah satu alasan kita rela mati atasnya. Karena memang keyakinan adalah sumber kehidupan, sebagaimana yang dikatakan oleh Martin Luther King Jr, “Jika seseorang belum menemukan sesuatu yang akan membuatnya bersedia mati untuk itu, ia belum cocok untuk hidup”.

Surat al Kafirun ini menjadi hujjah dan bantahan yang sangat kuat bagi orang-orang yang mengatakan bahwa semua agama itu sama, hanya jalannya saja yang berbeda. Tidak sekali lagi tidak, dengan jelas dan gamblang Allah berfirman bahwa hanya Islam sebagai jalan keselamatan yang sempurna. Inna ad-diena ‘indallahi al Islam, Sesungguhnya agama yang diridhoi Allah adalah Islam.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar