Kamis, 24 November 2016

Gerbang Kata, Rumah Makna

Gerbang Kata, Rumah Makna
Oleh : Joyojuwoto

Gerbang Kata adalah judul buku antologi puisi yang ditulis oleh penulis kondang Much. Khoiri yang akrab dipanggil pak Emcho. Saya sengaja menggunakannya sebagai judul tulisan memoar saya mengenai Kopdar kepenulisan yang diselenggarakan oleh komunitas literasi Sahabat Pena Nusantara (SPN) yang diketuai oleh Ust. Husnaini. Kopdar ini sendiri diadakan di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Pekuniran, Maesan, Bondowoso tanggal 20 November 2016.

Dalam judul saya terdapat dua kalimat penting yang saling berkaitan, yang pertama adalah gerbang kata kemudian disambung Rumah Makna. Saya mengibaratkan SPN adalah sebuah gerbang kata di mana para anggotanya mengolah kata yang akan diproduksi menjadi sebuah tulisan. Sedang rumah makna saya ibaratkan sebagai salah satu tujuan dan arah di mana dunia kepenulisan itu berlabuh. Pesantren Darul Istiqomah yang diasuh oleh KH. Masruri Abdul Muhits, Lc. tempat di mana SPN kopdar, saya ibaratkan sebagai Rumah Makna yang mempesona.

Gambaran Pondok Pesantren Darul Istiqomah yang berudara sejuk, berpanorama indah, lingkungan yang bersih nan asri, penghuninya yang ramah, santun dan penuh dengan iklim keilmuan dan ketawadhuan adalah rumah makna tempat di mana nilai-nilai ukhuwwah kemanusiaan tumbuh subur dan terjalin dengan indah. Nilai-nilai dan keilmuan pun berkembang dengan baik dan dinamis, seperti yang saya lihat para santri sibuk belajar dengan membaca, berdiskusi, tenggelam dalam lautan ilmu pengetahuan. Pesantren ini menciptakan iklim dan milieu yang baik bagi pembelajar-pembelajar sejati.

Dari tulisan-tulisan para peserta kopdar anggota SPN saya perhatikan sangat menyukai iklimnya Daris, nama beken dari Pesantren Darul Istiqomah. Sedang saya sendiri tidak usah ditanya, saya sangat suka, betah, dan sangat kerasan tinggal di pesantren ini. Pak Kyai Masruri, Bu Nyai, segenap asatidz-ustadzaat beserta para santrinya berhasil memindahkan dan mengejawentahkan alam surgawi ke bumi, dan surga itu ada di Pondok Pesantren Darul Istiqomah.

Pengalaman kopdar di Daris adalah pengalaman pertama saya di SPN, walau sebetulnya ini adalah kopdar ketiga SPN. Kopdar pertama di Malang dan yang kedua di Jogja saya belum bisa hadir. Alhamdulillah untuk kopdar yang ketiga  bismillah tawakkaltu ‘alallah saya berangkat. Perjalanan saya dari rumah ke Daris cukup lancar, berangkat pukul 10.00 WIB sampai Daris pukul 22.00 WIB alhamdulillah.

Saya sangat beruntung bisa hadir di kopdar SPN yang ketiga, ketemu dengan teman, sahabat, dan guru-guru yang hebat, lebih-lebih bisa merasakan kesejukan dan keasrian Daris di bawah asuhan bapak Kyai Masruri Abdul Muhits, sungguh pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan.

Acara kopdarnya pun luar biasa karena saya bisa ketemu dan menyecap ilmu dari para pakar dan tokoh literasi nasional. Ada pak Didi Junaedi, beliau adalah penulis produktif, setidaknya ada lima judul buku yang terbit di tahun 2016, karya-karyanya telah diterbitkan oleh penerbit mayor dan telah banyak menghiasi toko-toko buku di seluruh Indonesia, Pak Didi Al Brebesi yang didapuk sebagai pemateri pertama ini memberikan materi tentang mengemas tulisan menjadi naskah buku. Selanjutnya pemateri kedua adalah Prof Muhammad Chirzin, beliau pakarnya ilmu tafsir Al Qur’an, karyanya sudah puluhan judul yang diterbitkan Gramedia, Pak Prof. Ini banyak menginspirasi dalam hal penulisan buku dari Al-Qur’an, dan beliau menyampaikan materi tentang penerbitan buku, pemateri ketiga ada pak Emcho yang memberikan materi mengenai promosi dan menjual karya sendiri, dan tidak kalah dahsyatnya pemateri keempat, Dr. Taufiqi Bravo, beliau seorang Kyai, motifator Nasional sekaligus pakar  hipnotis yang benar-benar bravo.

Sungguh kopdar SPN di Ponpes Darul Istiqomah Bondowoso bertabur ilmu dan pengalaman yang luar biasa, saya bersyukur kepada Allah swt., dan berterima kasih kepada seluruh sahabat-sahabat, guru-guru di SPN yang telah memberikan ilmu dan keteladanan dalam hal tulis menulis, dan tentu tak lupa juga saya sampaikan penghormatan dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pak Kyai Masruri beserta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Darul Istiqomah yang telah menyambut dan menyediakan tempat kopdar, kami tidak dapat memberikan balasan apa-apa, kami hanya bisa berdo’a semoga Allah swt membalas kebaikan beliau dengan balasan yang sebaik-baiknya. Jazakumullah ahsanal jaza’.

Sungguh SPN adalah gerbang kata yang luar biasa dan Pondok Pesantren Darul Istiqomah adalah rumah makna yang menginspirasi kita semua. Semoga perjalanan SPN ke depan lebih baik dan membawa manfaat bagi para anggotanya pada khususnya dan bagi bumi pertiwi Nusantara yang kita cintai ini pada umumnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar