Rabu, 19 Oktober 2016

Potensi Wisata Goa di Tuban

Potensi Wisata Goa di Tuban
Oleh; Joyojuwoto

Pada zaman Batu saat manusia belum tinggal menetap mereka salah satunya menjadikan gua sebagai tempat tinggal. Gua menjadi tempat berlindung yang aman dari ancaman luar, baik itu dari binatang buas maupun dari kelompok-kelompok lain yang membahayakan.

Gua-gua tempat tinggal masyarakat purba sampai sekarang masih ada dan menjadi penanda akan adanya peradapan kehidupapan zaman batu. 

Dahulu era tahun 70-an di televisi ada tayangan film yang melegenda dengan berjudul Si Buta dari Gua Hantu. Film ini sempat diadaptasi dari sebuah buku cerita silat dengan judul yang sama. Buku- cersil yang berlatar belakang silat Nusantara ini sempat booming menjadi bacaan yang mengasyikkan anak-anak era itu.

Di dalam Al Qur'an juga ada kisah mengenai Ashabul Kahfi, yaitu kisah yang menceritakan beberapa pemuda yang demi menyelamatkan aqidahnya dari kejahatan raja yang lalim, mereka bersembunyi di dalam sebuah gua selama ratusan tahun lamanya yang ditunggui oleh seekor anjing yang setia.  Para pemuda itu tertidur selama ratusan tahun, namun mereka sempat dibangkitkan oleh Allah untuk menunjukkan kekuasaan-Nya, dan akhirnya mereka kembali tertidur di dalam gua itu untuk selama-lamanya.

Photo By https://www.facebook.com/yunita.setyan

Selain menyimpan banyak kisah dan cerita dari masa ke masa, di era sekarang gua menjadi wahana rekreasi dan ajang untuk jejalah dan uji nyali para pecinta alam. Gua sebenarnya memiliki daya tarik dan pesona wisata yang bisa dijual kepada masyarakat. Tinggal pandai-pandainya pihak pengelolanya mempromosikannnya.

Tuban sebagai Kabupaten yang berada di pangkuan pegunungan kapur utara menyimpan banyak potensi wisata gua, diantara yang sudah dieksplor adalah Gua Akbar di Tuban Kota, Goa Suci di Wangun Palang, dan Gua Putri Asih yang berada di Desa Nguluhan Kec. Montong. Dari gua-gua itu yang sudah dikelola dengan baik baru gua Akbar, padahal gua Suci juga sangat menarik jika ditata dan dikelola dengan baik, apalagi gua Suci ini adalah gua buatan yang memiliki nilai historis yang luar biasa. Namun sayang perhatian pemerintah untuk melindungi situs-situs purbakala masih sangat minim.

Untuk gua Putri Asih yang dulu sekitar tahun 2003 pernah berjaya, kini harus tertatih-tatih untuk bangkit kembali dari tidurnya yang lumayan panjang. Setelah sempat vakum beberapa tahun akhirnya atas prakarsa dari para pemuda setempat gua putri Asih kembali dibangkitkan. Saya kemarin sempat berkunjung ke sana bersama anak dan istri. Karena memang waktunya bukan liburan ya sangat sepi sekali. Gua Putri Asih sebenarnya sangat potensial dan bagus sekali, hanya tinggal gimana pengelola menyediakan saprana yang memadai buat para pengunjung sehingga mereka puas.

Jika nanti para wisatawan yang datang ke gua Putri Asih dan gua-gua yang lain, hal ini tentu berdampak positif bagi pergerakan perekonomian masyarakat dan akan mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat khususnya yang berada di sekitar lokasi. 

Oleh karena itu saya berharap pemerintah juga memperhatikan potensi wisata lokal daerah dan memberikan semacam pelatihan ekonomi kreatif agar dapat menciptakan peluang pekerjaan dan mengurangi tingkat pengangguran, sehingga kemakmuran dan kesejahteraan bisa merata dan dinikmati dan dirasakan bersama khususnya  masyarakat kelas bawah yang selalu termarjinalkan. 

*Joyojuwoto, lahir di Tuban, Anggota Komunitas Kali Kening; Santri dan Penulis buku “Jejak  Sang Rasul” yang tinggal di www.4bangilan.blogspot.com.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar