Minggu, 04 September 2016

Nun, Tinta Pengetahuan Yang Maha Luas

Nun, Tinta Pengetahuan Yang Maha Luas



ن, والقلم وما يسطرون (القلم : 1 )

Artinya : “Nun, demi qalam dan apa yang mereka tulis”

Bunyi ayat di atas adalah permulaan surat al Qalam ayat yang pertama. Surat ini adalah surat yang ke-68 yang diturunkan oleh Allah Swt di kota Makkah. Menurut pendapat para ulama, surat Al Qalam adalah rentetan surat kedua yang diturunkan sesudah surat al Alaq, namun adapula yang berpendapat bahwa surat kedua yang yang diturunkan sesudah al Alaq adalah al Muddatsir.

Terlepas pendapat mana yang kuat dan benar yang pasti surat Al Qalam ini tentu mengingatkan kita bagian dari surat Al Alaq yang berbunyi : Alladzii ‘allama bil qalam, (yang mengajari manusia dengan perantara kalam). Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa Allah Swt mengajari manusia lewat perantara pena, dan pena ini tentu membutuhkan tinta untuk menuliskan apa-apa yang akan dituangkan di kertas pengetahuan, dan huruf Nunlah yang berperan sebagai sumber dari tinta pengetahuan Allah Swt yang tak terbatas.

Kandungan surat Al Alaq dan Al Qolam ini memberikan pelajaran berharga kepada umat Islam agar supaya umat Islam tidak jauh-jauh dari dunia tinta, pena, dan apa yang ditorehkan oleh sebuah pena. Tiga hal ini adalah sumber utama dari sebuah peradaban umat manusia, karena tanpa tiga hal tersebut di atas estafet keilmuan dari masa ke masa akan terputus dan musnah. Oleh karena itu tinta, pena, dan tulisan menjadi simbol sebuah peradaban.

Menurut penafsiran ulama, huruf Nun di ayat pertama surat Al Qolam adalah termasuk ayat yang mutasyabihaat, yang mana hanya Allah saja yang tahu arti dan maksudnya, demikian banyak ulama yang bersepakat dengan penafsiran ini. Namun ada pula ulama yang menafsirkan huruf Nun tersebut sebagai simbol dari wadah tinta dari sumber ilmu pengetahuan Allah yang tidak terbatas sebagaimana yang diungkapkan oleh Hamka. Selanjutnya untuk mengakses ilmu pengetahuan itu dipergunakanlah pena yang menjadi media untuk mengalirkan setetes ilmu dari kemahaluasan ilmu Allah yang tak terhingga. Pena menjadi perantara Allah Swt untuk mengajari manusia dengan cara menggoreskan apa-apa yang perlu diketahui oleh manusia, sebagaimana arti dalam surat al Alaq ayat ke empat.

Setelah huruf Nun disebut, Allah melanjutkan dengan bersumpah demi pena dan apa-apa yang mereka tuliskan. Di sini tentu memiliki makna bahwa umat Islam hendaknya menjadi umat yang terpelajar dan selalu berdekatan dengan ilmu pengetahuan. Karena pengetahuan kedudukannya sangat tinggi di sisi Allah. Singkatnya umat Islam istilahnya sekarang harus melek literasi, dan selalu menjaga serta mengembangkan tradisi keilmuan dari waktu ke waktu. Karena hanya dengan ilmulah kemuliaan dan kejayaan umat Islam dapat kita rengkuh bersama.


Oleh karena itu mari bersama menghidupkan dunia literasi dalam arti yang seluas-luasnya guna mewujudkan tiga hal yang menjadi sumber dan inspirasi bagi kehidupan manusia di muka bumi. Tiga hal tersebut adalah : “Tinta, pena, dan tulisan”. Nun, demi qalam dan apa yang mereka tuliskan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar