Senin, 26 September 2016

Mutiara Surat Al Lahab

Mutiara Surat Al Lahab

Surat Al Lahab diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW berkenaan dengan pembelaan Allah atas dakwah Nabi yang disampaikan kepada kaumnya. Setelah Nabi Muhammad SAW menerima risalah kenabian di gua Tsur, beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun. Orang-orang yang menjadi pengikut Nabi di awal dakwah inila yang kemudian mendapatkan julukan as sabiquunal awwalun, orang-orang yang pertama kali masuk Islam.

Setelah dakwah Nabi secara sembunyi-sembunyi berhasil mendapatkan beberapa pengikut, akhirnya Allah SWT memerintahkan Nabi dakwah secara terang-terangan. hal ini ditandai dengan turunnya surat AL Hijr ayat : 94 yang berbunyi :
فَصْدَعْ بِمَا تُؤمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ
Artinya : “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.”

Selain itu Allah juga memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mendakwahi kaum kerabatnya sebagaimana dalam firman-Nya :
وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلاَقْرَبِيْنَ
“Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat”

Kemudian Rasulullah SAW mengumpulkan famili-famili beliau, dan beliau pun kemudian berkata kepada mereka : “Wahai kalian semua saya ingatkan agar kalian mengesakan Allah SWT dalam beribadah kepada-Nya. Jika tidak maka kalian semua akan disiksa oleh Allah SWT dengan siksa yang amat pedih. Kemudian Abu Lahab pun berkata : “Semoga engkau celaka wahai Muhammad, jadi hanya karena ini kita semua engkau kumpulkan ? Kemudian Abu Jahal pun pulang dan di jalan sambil menggerutu : Jika apa yang dikatakan Muhammad itu benar, mudah bagi saya, cukup dengan kekayaan maka siksa itu bisa saya beli. Selanjutnya Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu dari Allah yang berbunyi :
ما اغنى عنه..الخ
Istri Abu Lahab yang bernama Ummu Jamil saudara Abu Sufyan bin Harb dan suaminya Abu Lahab itu termasuk golongan orang yang mulia di kota Makkah. Karena begitu bencinya kepada Nabi Muhammad SAW Ummu Jamil mencari sendiri kayu yang berduri. Jika telah mendapatkan satu gendongan, kayu berduri itu disebar di jalan yang dilewati oleh Nabi Muhammad SAW pada saat malam. Pada suatu hari ketika Ummu Jamil mendapat satu bongkok kayu ia menggendongnya dengan selendang dari kulit kayu. Karena sangat capek ia duduk di sebongkah batu. Saat itu datanglah Malaikat yang berubah wujud menjadi seorang manusia, kemudian tali yang dililitkan dileher Ummu Jamil ditarik oleh malaikat tadi, sehingga Ummu Jamil meninggal dunia dengan kondisi tercekik lehernya.

Jika kita membaca surat ini yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kita berbuat seperti yang dilakukan oleh Abu Lahab, yaitu menyombongkan harta benda kita yang nanti saat kita mati harta itu kita pakai untuk menebus dosa.

Kita harus berusaha mengembangkan iman kita, menguatkan apa yang kiya yakini dengan memperbanyak amal ibadah dan menuntut ilmu, lebih-lebih ilmu al hal, artinya ilmu yang kita pakai untuk menata anggota lahir kita seperti lisan, mata, dan lain-lainnya, dan juga ilmu yang kita pakai untuk menata anggota batin kita yaitu hati.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar