Sabtu, 24 September 2016

Mutiara Surat Al Falaq

Mutiara Surat Al Falaq

Surat Al-Falaq ini turun bersamaan dengan surat An-Naas, Surat Al Falaq dan surat An-Naas menjadi pasangan surat yang biasanya dipakai untuk memohon perlindungan Allah SWT dari penyakit jasmani maupun penyakit rohani yang disebabkan oleh pengaruh sihir dari orang-orang yang tidak suka dan mendengki kita. Al Falaq sendiri berasal dari kata falaqa yang artinya memisah atau menyobek hingga luluh lantak, atau juga berarti fajar yang menghalau gelapnya malam. Gelap sendiri bermakna kejahatan yang mana kita perlu meminta perlindungan diri dari Allah Swt dari kejahatan itu.

Diantara sebab turunnya ayat ini adalah karena kondisi Nabi Muhammad SAW yang sakit karena terkena sihir yang dilakukan oleh orang Yahudi. Adapun kisah mengenai Nabi kena sihir adalah sebagai berikut :

Setelah kepulangan Nabi Muhammad Saw dari perang Khaibar memerangi orang-orang Yahudi dan membawa kemenangan, ternyata kemenangan ini menjadikan orang-orang Yahudi yang kalah perang tidak terima. Mereka kemudian sama mendatangi tukang sihir yang masyhur dari bani Zuraiq yang bernama Lubaid bin Al-A’sham. Karena mendapatkan iming-iming dinar, selanjutnya tidak membutuhkan waktu yang lama Lubaid segera melakukan aksinya, ia menyihir Nabi. Tidak lama kemudian Nabi Muhammad SAW pun menderita sakit kurang lebih selama empat puluh hari.

Pada saat beliau tertidur beliau bermimpi melihat dua malaikat, yang pertama malaikat itu berada di sisi kaki beliau dan malaikat yang satunya lagi berada di dekat kepala beliau. Kemudian dua malaikat itu sama saling bertanya.

Malaikat Pertama : Muhammad ini kena apa ?
Malaikat kedua     : Terkena Sihir.
Malaikat Pertama : Siapa yang menyihirnya ?
Malaikat kedua     : Orang Yahudi, namanya Lubaid
Malaikat pertama : Dengan apa ia menyihirnya ?
Malaikat kedua     : Memakai media helai rambut dan gigi-gigi sisirnya Nabi yang rontok
Malaikat pertama : Sihirnya  dipasang di mana ?
Malaikat kedua     : Ditaruh di mayang kurma yang diletakkan di bawah batu yang ada di dalam sumur Dzirwan.

Selanjutnya Rasulullah SAW terbangun dari tidurnya, kemudian beliau memanggil Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwan, dan Amr bin Yasir. Mereka bertiga diperintahkan untuk mencari mayang kurma yang berisi sihirnya Lubaid. Setelah sumur dikuras ternyata apa yang dikatakan oleh malaikat tadi benar adanya. Di bawah sebongkah batu di dalam sumur memang terdapat mayang kurma yang berisi helai-helai rambut dan bekas potongan-potongan sisirnya Nabi. Helai rambutnya Nabi diikat dengan benang bekas tali gendewa panah sebanyak sebelas ikatan, selain itu juga terdapat lilin yang dibentuk seperti patung yang menyerupai Nabi, patung lilin itu kemudian ditusuk dengan jarum sebanyak sebelas biji. Temuan itu kemudian diserahkan kepada Nabi.

Pada saat itu pula Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu dari Allah berupa dua surat yang jumlah ayatnya ada sebelas, yaitu surat Al-Falaq dan surat An- Naas. Kemudian dua surat tersebut dibaca dihadapan mayang kurma tadi. Setiap satu ayat selesai dibaca, ikatan-ikatan tali itupun terlepas satu-persatu. Begitu pula jarum yang tertancap di patung lilin pun ikut terlepas. Sakitnya Nabi pun akhirnya berkurang, setelah dua surat tadi selesai dibaca maka seluruh ikatan-ikatan tali sihir sama terlepas semuanya, begitu juga jarum-jarumnya juga sama terlepas. Nabi pun akhirnya sembuh dari sakitnya,  dan beliau pun sehat seperti hari-hari biasa.


Oleh karena itu untuk membentengi diri dari pengaruh jahat tukang sihir dan para pendengki hendaklah kita memakai surat Al Falaq dan An Naas ini sebagai perlindungan, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Nabi yang diriwiyatkan oleh Imam Bukhari yang artinya : “Rasulullah SAW meruqyah diri sendiri tatkala hendak tidur dengan membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas, lalu beliau meniupkan pada kedua telapak tangnnya, kemudian beliau mengusapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau oleh kedua tangannya”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar