Rabu, 03 Agustus 2016

Kali Kening

Kali Kening
Joyojuwoto*

Kali Kening adalah sebuah nama sungai yang membelah beberapa kecamatan di Tuban bagian selatan, seperti Kecamatan Kenduruan, Jatirogo, Bangilan, Singgahan, hingga terus melewati beberapa kecamatan di kabupaten Bojonegoro hingga akhirnya bermuara di bengawan Solo.

Kali Kening menurut jenisnya termasuk  sungai yang selalu mengalir walau di musim kemarau sekalipun, sehingga  secara denotatif sungai ini sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia baik untuk pertanian, industri tempe, industri batu bata, hingga dipakai untuk keperluan sehari-hari masyarakat, seperti mencuci, mandi, ngguyang sapi dan lain sebagainya.

Manfaat dari Kali Kening tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat luas baik yang berada di sekitar alirannya maupun yang jauh dari aliran Kali Kening. Hal ini karena aliran Kali Kening yang berada di Desa Mundri dibendung kemudian dibuatkan sungai sudetan yang dialirkan ke wilayah Bangilan bagian selatan hingga masuk ke Senori.

Tampaknya Kali Kening tidak hanya memiliki manfaat secara denotatif saja, namun makna konotatif atau makna asosiatif yang timbul akibat dari  munculnya sebuah komunitas literasi para pemuda di Bangilan dan sekitarnya akan segera melambungkan nama Kali Kening. Walau saat ini komunitas itu masih sebatas di group Whatshap, namun tampaknya geliat dari komunitas ini mulai dirasakan getarannya. Suara kalam mulai berderit menggoreskan tinta emasnya, mencipta sebuah karya yang dapat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat Bangilan di sekitar pada khususnya dan bumi serta langit Nusantara tentunya.

Adalah Ikal Hidayat Nur nama pena dari Misbakhul Munir seorang penulis cerpen dan penulis puisi kondang yang tinggal di Bangilan, yang pertama kali membuat group komunitas Kali Kening. Di Fans Pagenya Kang Ical panggilan akrabnya menuturkan bahwa :

“Komunitas Kali Kening adalah komunitas literasi milik warga Tuban bagian selatan : Kenduruan, Jatirogo, Bangilan, Singgahan, dan Senori. Kali Kening sendiri memiliki filosofi : Kali atau sungai yang melambangkan sesuatu yang mengalir dan bergerak, semoga komunitas ini nantinya akan dinamis dan anggotanya produktif dalam berkarya. Sedangkan Kening berasal dari kata bening, bersih, suci. Mudah-mudahan komunitas ini dan karya-karya yang diproduksi anggotanya senantiasa menginspirasi sesama.”

Harapan saya dan tentu harapan kita semua ke depan komunitas ini mampu menjadi salah satu roda penggerak pena literasi di Bumi Tuban yang kita cintai ini. Senada seperti apa yang disampaikan oleh Pramodya Ananta Toer bahwa menulis adalah sebuah keberanian, maka saya ajak anda semua untuk menulis. Berani !!!.

*Joyojuwoto, lahir di Tuban, 16 Juli 1981, Anggota Komunitas Kali Kening; Santri dan Penulis buku “Jejak  Sang Rasul” yang tinggal di www.4bangilan.blogspot.com.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar