Minggu, 31 Juli 2016

Karomahnya Sifat Dermawan

Karomahnya Sifat Dermawan
Joyojuwoto*

Sifat dermawan adalah salah satu sifat yang sangat disukai oleh Sang Khaliq dan makhluk, sifat yang dicintai oleh penduduk langit juga penduduk bumi. Sifat ini mendekatkan pemiliknya kepada surga, dan sebaliknya menjauhkan pelakunya dari api neraka. Sifat ini juga menjadikan pemiliknya selalu dibantu dan dikasihi oleh Allah Swt. Sebagaimana dalam hadits Nabi yang berbunyi : “Allahu fii ‘aunil ‘abdi maa kaanal ‘abdu fii auni akhiihi” artinya : “Allah akan selalu membantu hambanya selagi hambanya mau membantu saudaranya”.

Sifat dermawan tidak hanya dimiliki oleh orang yang berjiwa baik saja, orang-orang yang berperilaku buruk pun banyak yang memiliki sifat ini, dan itu tidak menghalangi kasih sayang dan anugerah Allah kepadanya. Bahkan kepada seorang yang menyekutukan-Nya sekalipun. Berikut sebuah kisah kedermawanan salah seorang pengikut Nabi Musa yang jiwanya tetap dilindungi oleh Allah hingga kematian menjemputnya.

Al Kisah ketika Nabi Musa AS membawa kaumnya Bani Israel ke tanah yang dijanjikan Tuhan dan menyelamatkannya dari kejaran tentara Fir’aun, Musa dan kaumnya berjalan hingga sampai di negeri Assyiria dan Kan’an. Di situ  orang-orang sama menyembah relief-relief dan patung. Kaum Nabi Musa meminta agar supaya mereka dibuatkan sesembahan seperti itu. Musa pun memarahi kaumnya.
Selanjutnya Musa berpamitan untuk bermunajat di puncak gunung Thursina, sedang Harun saudara Musa mendapatkan tugas untuk menjadi pengganti Musa. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Samiri salah seorang pengikut Musa untuk menyesatkan Bani Israel. Samiri membuat patung sapi  dari emas dan meminta Bani Israel untuk menyembahnya. Sapi itu dapat mengeluarkan suara melenguh dikarenakan Samiri memberinya atsarul hayat yaitu debu bekas telapak kaki Malaikat Jibril. Melihat kaum Bani Israel menyembah Sapi, Harun tidak kuasa menghalanginya karena ia diancam akan dibunuh.

Setelah beberapa waktu akhirnya Musa kembali kepada kaumnya, ia membawa lempengan batu yang bertuliskan sepuluh perintah Tuhan. Namun Musa kaget ternyata kaumnya yang baru ditinggalkannya telah menyekutukan Allah dengan menyembah sapi. Musa marah dan akan menghukum Harun, namun setelah dijelaskan akhirnya ia memaklumi kelemahan Harun saudaranya.

Musa kemudian mendatangi Bani Israel dan mencerca mereka. Samiri sebagai biang dari semua kemusrikan itu akhirnya ia tangkap dan akan dibunuhnya. Tetapi Allah melarang, “Jangan kau bunuh dia. Ia adalah orang yang dermawan terhadap kaumnya. Usir saja ia dari golonganmu.” Akhirnya Musa pun mengusirnya dan memerintahkan Bani Israel untuk menjauhinya. Siapa saja yang bersentuhan dengan Samiri akan dipotong anggota tubuhnya, Samiri dikucilkan hingga maut menjemputnya.

Demikianlah salah satu kisah kedermawanan seorang yang kufur dan menjadikan kaum bani Israel kufur kepada Allah, namun Allah tetap menjaganya dari hukuman di dunia yang akan dilakukan oleh Musa, hingga ia sendiri meninggal dunia. Lalu bagaimana jika kedermawanan itu dimiliki oleh seorang hamba yang taat kepada Tuhan, tentu Tuhan akan selalu melindunginya baik di dunia maupun di akhirat kela. Amien. Joyojuwoto


*Joyojuwoto, lahir di Tuban, 16 Juli 1981, Santri Ponpes ASSALAM Bangilan Tuban; Penulis buku “Jejak  Sang Rasul” dan juga seorang blogger yang tinggal di www.4bangilan.blogspot.com.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar