Minggu, 05 Juni 2016

Resensi Buku Quantum Cinta

Resensi Buku “Quantum Cinta”

Identitas Buku
Judul Buku      : Quantum Cinta
                          Aneka Menu Hidangan Jiwa
Penulis            : Joyojuwoto dkk 
                          (Sahabat Pena Nusantara)
Penyunting      : M. Husnaini, Rita Audriyanti
Penerbit           : Genius Media
Cetakan           : 2016
Tebal               : 230
Kategori          : Nonfiksi-Motivasi/Karir

Ulasan buku
Buku yang berjudul “Quantum Cinta, Aneka Menu Hidangan Jiwa” adalah buku kedua yang ditulis bersama oleh Komunitas Literasi “Sahabat Pena Nusantara.” Lazimnya buku Antologi buku ini ditulis oleh para penulis dengan berbagai latar belakang yang berbeda tentunya, namun dengan ketentuan tema yang dipilih hal ini menjadikan fokus kajian buku ini tidak melebar.

Tema cinta dalam buku ini sangat beragam dan mendiaspora dalam berbagai aspek kehidupan kita. Karena memang tidak ada satu pun celah dalam kehidupan ini yang nir akan cinta. Cinta selalu menjadi semacam daya tarik yang menggerakkan segala potensi kejiwaan manusia. Menarik sekali apa yang ditulis oleh Endrik Safudin dalam tulisannya yang berjudul “Dari dan Untuk Cinta” ia menuliskan :
“Dengan cinta dan untuk cintalah langit dan bumi diciptakan. Dari cintalah langit dan bumi dihadirkan. Atas dasar cintalah semua makhluk diberi fitrahnya masing-masing. Karena cintalah seluruh planet bergerak pada garis edarnya. Malam berganti siang. Siang berganti malam. Matahari bersinar di pagi hari dan bulan bersinar di malam hari”

Begitu dahsyat energi cinta hingga apapun tunduk atas nama cinta. Dalam sebuah maqalah disebutkan man ahabba syai’an fahuwa abdun lahu (barangsiapa yang mencintai sesuatu maka ia menjadi hamba dari sesuatu itu) ini adalah isyarat bahwa potensi cinta memang sangat luar biasa. Dalam pengantarnya Prof. Dr. Imam Suprayogo guru besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengatakan mengenai tiga kata yang berbeda namun memiliki kaitan erat, yaitu Cinta, Perjuangan, dan Pengorbanan. Dari kata cinta itulah nantinya akan melahirkan potensi perjuangan dan pengorbanan. Hampir tidak ada perjuangan dan pengorbanan tanpa menyertakan energi cinta di dalamnya.

Cinta adalah energi yang tidak tampak wujud dan bentuknya secara kasat mata, tetapi tampak jelas jejak dan tapak tilasnya. Seorang fisikawan menyebutnya gelombang elektro-magnetik. Cinta selalu menghadirkan gelombang partikel dan bentuk-bentuk manifestasi yang baru tanpa batas (QC, hal : 5).  Inilah “ketidak terbatasan” cinta yang selalu menjadi medan energi bagi sebuah perubahan dan menjadi mata air penyejuk bagi sebuah peradaban dunia. Semua menjadi indah dengan cinta, karena cinta tidak pernah membutuhkan alasan-alasan apapun itu, sebagaimana kita tidak perlu beralasan lagi mengapa mencintai orang yang kita cintai, kecuali hanya alasan cinta bukan ?

Hadirnya buku ini ke tangan pembaca semua, tidak lain semoga bisa memberikan sedikit sumbangsih bagi geliat dunia literasi di negeri kita tercinta, dan tentunya juga dalam rangka mengabadikan ibrah dalam goresan tinta. Semoga hal ini menjadi amal jariyah dan kebaikan bagi para penulisnya dan bagi kita semua. Amin. Joyojuwoto


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar