Rabu, 15 Juni 2016

Inilah Pintu-pintu Masuknya Setan


Inilah Pintu-pintu  Masuknya Setan

Hati adalah benteng yang melindungi seorang hamba dari serangan musuh dari luar. Musuh manusia adalah setan-setan yang setiap saat berusaha menghancurkan benteng-benteng itu. Jika hati seorang hamba kuat maka setan akan kesulitan memasukinya, namun jika hati lemah maka setan dengan mudah akan masuk dan merusak serta menghancurkan sarana perlindungan seorang hamba. Setan mempengaruhi jiwa seorang hamba melalui pintu-pintu instink dan syahwat, baik itu sayahwat inderawi maupun syahwat maknawi. Oleh karena itu untuk melindungi diri dari serangan setan, seorang hamba perlu mengenali titik-titik lemah dari hati manusia.

Pada hakekatnya setan tidak akan mampu masuk dan merusak perlindungan jiwa manusia kecuali manusia itu sendiri membuka celah masuknya setan, oleh karena itu manusia perlu meminta perlindungan dari Allah SWT agar ia selalu dipelihara dari gangguan dan godaan setan. Sebagaimana yang selalu diajarkan oleh Rasululah SAW agar kita selalu berta’awudz untuk melindungi diri dari godaan setan. Dan tentu hanya orang-orang yang dipelihara oleh Allah sajalah yang akan selamat dari godaan setan yang terkutuk.

Agar seorang hamba waspada akan tipu daya setan untuk memasuki hati manusia, maka hendaknya seorang hamba mengenali pintu-pintu setan yang akan masuk ke dalam jiwanya. Diantara pintu-pintu itu adalah :

1.      Marah dan syahwat
Marah adalah sifat api, dan setan tercipta dari kobaran api oleh karena itu hindari nafsu amarah agar kita juga terhindar dari tipu daya setan. Pada saat seseorang marah, akalnya menjadi lemah begitu juga syahwat yang tidak terkendali juga menyebabkan mudahnya setan memasuki jiwa manusia.

2.      Dengki
Dengki adalah salah satu penyakit hati yang ditimbulkan oleh rasa iri hati akan nikmat yang diterima oleh orang lain. Seorang pendengki menginginkan nikmat tersebut hilang dari orang lain dengan mengharapkan berpindaah kepada dirinya. Oleh Rosulullah SAW dengki diibaratkan sebagai bara api yang akan membakar kayu-kayu amal kebaikan kita. Beliau Bersabda :

اَلْحَسَدُ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
Artinya : “Kedengkian memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” 
(AL Hadits)
Begitulah sifat dengki dapat merusak amal kebaikan manusia, dan tentu setan sangat berkepentingan agar manusia tidak melakukan amal kebaikan, jikalau pun manusia beramal kebaikan setan akan berusaha merusaknya, diantaranya adalah dengan menanamkan benih-benih kedengkian di dalam hati hamba.

3.      Terlalu Kenyang dengan makanan, walau itu halal
Dalam perut yang kenyang itu terdapat enam kejelekan, Pertama, menghilangkan rasa takut kepada Allah dari dalam hatinya. Kedua, menghilangkan kasih sayang kepada makhluk, karena ia menyangka mereka semua kenyang seperti dirinya. Ketiga, menghambat ketaatan. Keempat, apabila ia mendengarkan ucapan hikmah tidak tanggap. Kelima, apabila menyampaikan nasehat dan hikmah tidak menyentuh hati. Keenam, menimbulkan banyak penyakit.

4.      Suka kemewahan dan harta kekayaan yang berlebihan
Kemewahan adalah musuh peradapan, begitu kata Ibnu Khaldun, apabila kemewahan dan sikap berlebihan telah mendominasi jiwa seseorang, maka dengan mudah setan akan bertahta di jiwa manusia. Jiwanya akan selalu mengajaknya untuk berlebih-lebihan dan selalu merasa kurang dengan harta keduniaan.
Karena pada hakekatnya jiwa manusia selalu menuntut lebih, jika manusia memiliki satu gunung emas maka ia akan menginginkan satu gunung emas lagi, dan begitu seterusnya. Manusia tidak akan pernah puas dengan harta dunia hingga mulutnya tersumpal dengan tanah pekuburan.

5.      Tamak kepada manusia
Tamak merupakan sifat yang tercela, seorang yang tamak akan keduniaan menyebabkan ia buta terhadap nilai-nilai kebaikan. Rasulullah SAW bersabda :

حبّك للشّيء يعمي ويصمُّ

Artinya : “Cintamu pada sesuatu membuat buta dan tuli”

6.      Terburu-buru dan tidak mengkonfirmasi suatu persoalan
Rasulullah SAW bersabda :
العجلة من الشّيطان والتّأنّي من الله تعالى
Artinya : “Terburu-buru adalah dari syetan dan berhati-hati adalah dari Allah Ta’ala”

7.      Bakhil dan Takut Miskin
Orang bakhil disebabkan karena ia merasa dengan hartanya maka ia akan bahagia, tercukupi segala kebutuhannya, dan menyebabkan ia tidak jatuh miskin.sehingga ia bakhil dan tidak mau membagi rezekinya kepada orang lain. Padahal Allah lah yang menanggung rezeki seseorang, jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk takut miskin karena bermurah hati dan  dermawan.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :

السخي قريب من الله، بعيد من النار، قريب من الجنة، قريب من الناس، والبخيل بعيد من الله، بعيد من الجنة، بعيد من الناس، قريب من النار، والجاهل السخي أحب إلى الله عز وجل من العابد البخيل.

Artinya : “Orang yang dermawan lebih dekat kepada Allah dan jauh dari neraka, dekat kepada surga dan dekat pula kepada manusia. Adapun orang bakhil maka jauh dari Allah dan jauh dari surga serta jauh dari manusia dekat dengan neraka. Orang jahil yang dermawan lebih dicintai Allah azza wa jaala dari ahli ibadah yang bakhil."

8.      Fanatik kepada Madzhab dan Hawa nafsu
Berkenaan dengan sikap fanatis ini Rasulullah SAW  telah mengingatkan dalam sabda sucinya :
لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَى إلىَ عِصْبِيَّةِ ...(رواه أبو داود)
Artinya : “Bukan termasuk golongan kami orang-orang yang menyeru kepada fanatic kesukuan.”

9.      Mengajak orang awam untuk berfikir tentang Dzat Allah
Kepada orang-orang yang masih awam hendaknya kita tidak terburu-buru mengajak mereka berfikir tentang Dzat Allah, karena dengan segala keterbatasan indera manusia tentunya kita tidak akan pernah sampai memikirkannya akan Dzat Sang Pencipta.
Oleh karena itu berfikirlah tentang ciptaan-Nya bukan berfikir tentang Dzat Yang Menciptakan, karena hal itu hanya hanya akan membingungkan orang-orang awam saja.
Rasulullah SAW bersabda :
تفكّروا في خلق الله ولا تفكّروا في الله
Artinya : Berfikirlah tentang ciptaan Allah, dan jangan berfikir tentang Allah”

10.  Buruk sangka kepada kaum muslimin
Allah SWT berfirman :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.”
Demikianlah beberapa hal yang dijadikan sarana bagi setan untuk memasuki jiwa manusia, yang akhirnya setan akan dengan leluasa merusak dan menghancurkan jiwa manusia. Oleh karena itu hendaknya kita selalu waspada dan selalu meminta perlindungan dari Allah SWT. Joyojuwoto

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar