Selasa, 10 Mei 2016

Hutan Sagu Merakurak, Bernuansa Alam Papua

Hutan Sagu Merakurak, Bernuansa Alam Papua

Dengan peta geografis yang beragam Tuban memiliki kekayaaan dan potensi wisata alam yang heterogen. Selain sobat-sobat bisa menjelajahi keindahan wisata pantai, seperti pantai perbatasan, keindahan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di  Bulu, Pantai Sowan, Pantai Jamong di Tambakboyo, Pantai Pasir Putih Remen, Mangrove Center yang sudah tersohor di jagad perkemahan, pantai Cemara atau pantai Kute, hingga wisata historis pantai Boom saksi kebesaran Nusantara masa silam, sobat semua juga bisa menikmati wisata alam bernuansa alam Papua.

 Belum tahu kan sobat semua untuk yang satu ini, hutan sagu nuansa alam Papua. Hutan sagu ternyata tidak hanya ada di daerah pedalaman saja. Jika sobat ingin melihat keindahan dan sensasi nuansa alam Papua sobat tidak perlu jauh-jauh ke sana. Di Tuban tepatnya di desa Tuwiri Wetan Kec.Merakurak terdapat miniatur hutan sagu.

Walau tentu tidak seluas dan selebat di alam Papua asli setidaknya kesejukan hutan sagu di Merakurak cukup memberikan hiburan tersendiri bagi sobat-sobat semua yang ingin menikmati wisata alam yang masih perawan ini.

Sobat-sobat bisa menyusuri hutan sagu sambil berjalan kaki ataupun memakai sepeda motor, tapi hati-hati yang jangan sampai terperosok di rawa-rawa. Di tengah-tengah hamparan pohon sagu  yang hidup dan tumbuh di rawa-rawa sobat semua akan merasakan kesejukan udaranya yang full oksigen tentunya. Jika beruntung sobat akan dapat melihat hewan-hewan khas rawa seperti kadal, kodok,  ular, hingga biawak. Seru kan !!!

Di tengah-tengah hutan sagu ini juga mengalir sungai yang indah, kemilau airnya keperak-perakan terpapar sinar matahari dari balik rimbunnya dedaunan, gremiciknya bagai melodi cinta surgawi yang menyejukkan pendengaran. Wah mantap pokoknya. Jika berani, sobat bisa merasakan kesejukan air kali di tengah hutan sagu ini dengan bermandi ria di dalamnya. Wah !!! asyiknya bluron di kali.

Selain menyimpan potensi wisata jelajah alam, hutan sagu ini juga memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar. Biasanya masyarakat sekitar memanfaatkan daun-daun sagu untuk dibuat welit (atap anyaman daun sagu) yang akan dijual sebagai bahan atap untuk gubuk, gazebo, atau warung kaki lima. Selain itu masyarakat juga biasa mencari ikan di aliran sungainya yang jernih.


Namun sayang potensi wisata hutan sagu ini belum mendapat perhatian dan sentuhan dari pihak pemerintah desa atau pemkab sehingga dapat memberikan pemasukan bagi kas desa ataupun pendapatan daerah. Hutan sagu itu masih berupa hutan perawan yang luput dari perhatian kita semua. Ayo siapa yang mau melamar perawan hutan sagu Merakurak ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar