Kamis, 07 April 2016

Man Jadda Wajada


من جدّ وجد

Artinya : Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.

Mantra ajaib ini diperkenalkan oleh Ahmad Fuadi di novelnya yang berjudul Negeri 5 Menara, kalimat Man Jadda Wajada menjadi salah satu kalimat yang mampu membangkitkan raksasa tidur yang ada dalam diri kita. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, penuh motivasi, optimis, mengalir dan menggerakkan.

Kesungguhan memang kunci dari kesuksesan, segala sesuatu yang dikerjakan dengan serius akan membuahkan hasil. Rosulullah SAW sangat menghargai usaha serta kesungguhan seseorang. Beliau tidak suka melihat umatnya bermalas-malasan. Beliau pernah berjabat tangan dengan seorang pemuda yang tangannya keras dan kasar, kemudian beliau mencium pemuda itu sambil bersaabda : “Inilah kedua tangan yang dicintai oleh Allah SWT” Dari hadits ini menegaskan bahwa Allah dan Rosulnya sangat mencintai orang-orang yang bersungguh-sungguh baik untuk urusan duniawinya lebih-lebih urusan ukhrawinya.

Dalam firman-Nya yang mulia Allah SWT pun mengatakan “Walladziina Jaahadu Fiina Lanahdiyannahum Subulana” “Barang  siapa yang bersungguh-sungguh di jalan-Ku maka akan Aku tunjukkan jalan keridhoan-Ku” Allah SWT menyambut dengan antusias dan penuh cinta bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh memenpuh jalan-Nya. Tiada sesuatu yang menggembirakan melebihi dari seruan Tuhan itu sendiri bukan ? oleh karena itu bersungguh-sungguhlah dalam segala amal perbuatan kita karena itu adalah salah satu jalan kecintaan Tuhan.

Begitu pentingnya kesungguhan sampai-sampai Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum tanpa usaha dan kesungguhan dari kaum itu sendiri. Allah menginginkan kita untuk bekerja keras, bukan hanya sekedar menyalahkan takdir semata, sikap menyalahkan takdir adalah sikap yang merusak dimensi ikhtiyar manusia. Dengan kalimat Man Jadda Wajada kita tidak sedang mendahului nasib, kita tidak sedang membaca ramalan bintang, namun kita sedang lari dari takdir Tuhan menuju Takdir Tuhan yang lainnya pula. Sebagaimana yang dikatakan oleh Sahabat Umar bin Khattab saat ia dan pasukannya akan memasuki negeri Syam, sedang di sana sedang terjadi wabah penyakit yang menular, kemudian Umar pun memembatalkan kunjungannya dan memilih kembali ke Madinah. Umar pun berkata : “Kami lari dari takdir Tuhan, menuju takdir Tuhan pula”

Usaha yang sungguh-sungguh memang tidak menjamin keberhasilan seseorang, apalagi tanpa usaha tentu keberhasilan itu akan semakin jauh darinya. Allah SWT dalam surat An Najm ayat : 39 menegaskan tentang adanya hubungan antara kesungguhan dengan keberhasilan seseorang :
br&ur }§øŠ©9 Ç`»|¡SM~Ï9 žwÎ) $tB 4Ótëy ÇÌÒÈ  
39. dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,
Oleh karena itu bersungguh-sungguhlah dalam segala hal agar apa yang kita cita-citakan dan kita usahakan tercapai sebagaimana yang kita inginkan. Sing Sopo Tekun Bakal Tekan. Man jadda Wajada. Joyojuwoto



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar