Senin, 11 April 2016

Kesabaran

 Kesabaran

الصبر يعين على كلّ عمل

Kesabaran itu membantu segala pekerjaan

Kesabaran ibarat mahkota bagi seorang hamba yang menjadi hiasan bagi orang yang berakal. Kesabaran juga ibarat obor yang menerangi jalan kehidupan seorang hamba di dunia. Dengan kesabaran seseorang bisa menyelesaikan pekerjaan yang kelihatannya mustahil untuk diselesaikan. Barang siapa yang sabar sesungguhnya ia telah memiliki kunci untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan.

Oleh karena itu hendaknya orang yang berakal selalu sabar dalam menghadapi suatu masalah, karena sesungguhnya tidak ada satu pun masalah yang tidak dapat diselesaikan, Inna Ma’al Usri Yusron. artinya sesungguhnya sesudah kesukaran pasti ada kemudahan. Pada hakekatnya musibah yang menimpa seorang hamba telah tercatat di Lauhul Mahfuzh, maka kesulitan dan bencana itu harus dihadapi dengan kesabaran. Allah SWT berfirman dalam surat Al Hadid ayat : 22 yang artinya :
  
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah". (QS. AL Hadid : 22)

Dari ayat di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa semua yang menimpa kita adalah atas kehendak Allah SWT. Karena tiada satu pun di dunia ini yang luput dari pengawasan Allah SWT. Oleh sebab itu hendaknya kita selalu berbaik sangka dan selalu sabar dalam menghadapi segala cobaan dan ujian dari-NYA.

Gambaran jiwa seorang muslim sejati adalah sabar ketika ia tertimpa musibah dan bersyukur ketika ia mendapatkan berkah. Sabar dan Syukur adalah Ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berpesan kepada kita tentang kesabaran terhadap musibah yang menimpa kita, beliau berkata : "Jika kamu bersabar dalam menghadapi musibah, maka yang ditakdirkan Allah tetap menimpamu dan kamu berpahala. tetapi jika kamu tidak bersabar, maka yang ditaqdirkan Allah tetap juga tetap menimpamu dan kamu akan mendapatkan dosa dari ketidaksabaranmu.

Para ulama membagai sabar menjadi tiga macam yaitu :
1. Sabar dalam menghadapi musibah
2. Sabar dalam menuaikan ketaatan
3. Sabar dalam menjauhi kemaksiatan

 Begitulah seharusnya sikap seorang muslim untuk terus bersabar hingga Allah memberikan predikat
إنّ الله مع الصّابرين

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar”

Jadi ketika seseorang bilang bahwa kesabaran itu ada batasnya, maka sesungguhnya orang tersebut memang telah keluar dari kesabaran itu sendiri.

Oleh karena itu mari bersama mentadabburi firman Allah Surat Al Baqarah ayat 155-156 yang artinya sebagai berikut :

155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun."


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar