Senin, 11 April 2016

Diantara kalian mana yang lebih bagus amalnya ?

Ahsanu Amalan

أيّكُمْ أحْسَنُ عَمَلاً

Diantara kalian mana yang lebih bagus amalnya ?

Seorang hamba besok di akhirat akan dimintai pertanggung jawaban mengenai amal perbuatannya. Amal yang diterima oleh Allah SW adalah amal yang berkualitas baik dana murni lillahi ta’ala, bukan amal yang disertai dengan niat yang tidak murni semisal riya, ujub, atau karena beramal bukan karena Allah SWT.

Said bin Jubair  pernah mengatakan, Tidak diterima suatu perkataan kecuali disertai amal, tidak akan diterima perkataan dan amal kecuali disertai niat, tidak akan diterima perkataan amal dan niat kecuali sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Di dalam Al Qur’an Surat Al Kahfi ayat : 7 Allah SWT berfirman mengenai amal perbuatan baik seorang hamba, yang artinya :
  
7. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al Kahfi : 7).

Mengenai keterangan ayat di atas para ulama menafsiri tentang “Ayyuhum Ahsanu Amalan sebagai berikut :
-   Fudhail bin Iyad  menjelaskan, ahsanu amalan adalah  yang paling ikhlas dan  yang paling benar. Sesungguhnya suatu amal sekalipun benar tapi bila tidak dikerjakan dengan ikhlas maka amal tersebut tidak akan diterima
-   Said bin Jubair  pernah mengatakan, Tidak diterima suatu perkataan kecuali disertai amal, tidak akan diterima perkataan dan amal kecuali disertai niat, tidak akan diterima perkataan amal dan niat kecuali sesuai dengan sunnah Nabi saw.
-   Sesungguhnya yang menjadi pedoman adalah kualitas suatu amal, bukan kuantitas amal. Ayyukum ahsanu amalan, bukan Ayyukum aktsaru amalan.

Dari keterangan di atas bahwa pedoman amal yang baik itu harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1. BENAR
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (3:31)
Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada padanya perintahnya dari kami maka amalan itu tertolak (HR Muslim)
2. IHLAS
Abu Qasim Al Qusyairi,  ikhlas adalah menjadikan satu-satunya  tujuan taat ialah Allah SWT. Imam al Harits Al Muhasibiy, orang yang jujur ialah yang tidak memperdulikan lagi  apapun penilaian orang.



Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim juga menjelaskan mengenai syarat diterimanya amal perbuatan seorang hamba kelak di akhirat adalah karena ahsannya amal bukan karena banyaknya amal. Berikut arti dari haditsnya :

“Yang pertama kali akan diadili di hari kiamat adalah orang yang mati syahid. Kemudian ia dibawa ke hadapan Allah dan Allah memberitahukan  kenikmatan kepadanya, maka iapun mengetahuinya. Allah berfirman, “Apa yang engkau lakukan di dunia?” Orang itu berkata “Aku telah berperang karenaMu hingga aku syahid”. Allah berfirman, “Engkau berdusta. Sebenarnya engkau berperang karena ingin dikatakan sebagai pemberani dan hal itu telah dikatakannya”.  Kemudian Allah Swt memerintahkan untuk membawanya, maka orang itu diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan ke neraka.” (HR Muslim)

Tanda-tanda ikhlas
1.   Tunduk pada kebenaran dan menerima nasihat sekalipun dari orang yang lebih rendah tingkatannya. Abdurrahman bin Mahdi berkata, Sungguh menjadi ekor dalam kebenaran lebih aku sukai daripada menjadi kepala dalam kebatilan.
2.   Tidak gegabah memutuskan suatu hukum
Suatu hari  Asy Sya’bi ditanyakan suatu persoalan, tetapi ia menjawab “Aku tidak tahu”. Kemudian ada yang bertanya, “Apa anda tidak malu menjawab, Tidak tahu. Beliau menjawab, “Jangankan aku,  malaikat saja tidak malu, ketika berkata, “Maha suci engkau (Ya Allah), tidaklah kami memiliki ilmu kecuali yang telah Engkau ajarkan kepada kami (2:32)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar