Jumat, 18 Maret 2016

Larangan Menyebut Nama Yatsrib

 Larangan Menyebut Nama Yatsrib

Sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah kota ini dulu dikenal dengan sebutan Yatsrib, sebuah kota yang memiliki peranan sangat penting dalam perkembangan dakwah Islam.  Disebut sebagai Yatsrib karena kota ini didirikan oleh Yatsrib bin Qonayah seorang keturunan dari Kabilah Amaliqah. Penduduk kota ini beragam terdiri dari suku-suku keturunan Yahudi dari berbagai kabilah dan juga termasuk dua suku yang menerima dan memberikan pertolongan terhadap dakwah Nabi yaitu suku Auz dan Khazraj.

Setelah Nabi hijrah ke Yatsrib kota ini lebih dikenal dengan sebutan “Madinat an-Nabi” atau kota Madinah al-Munawwarah. Nabi Muhammad SAW lebih sering menyebut kota ini dengan sebutan Thaibah, Thabah, dan Madinah. Beliau enggan menyebut kota Yatsrib sebagaimana yang diceritakan oleh Ahmad bahwasanya Rosulullah SAW bersabda : “Barangsiapa menyebut Madinah dengan nama Yatsrib hendaknya mohon ampun kepada Allah. Kota itu adalah Thabah, kota itu adalah Thabah.”
Sedang menurut as-Suyuthi menyebutkan bahwa Ibnu Abbas meriwayatkan, “Rosulullah bersabda : “Jangan menyebut Yatsrib, sebab kota itu bernama Thaibah, kota itu bernama Thaibah, kota itu bernama Thaibah.”

Dalam Al Qur’an sendiri Allah SWT menyebut kota ini dengan nama Madinah, seperti  dalam surat at-Taubah : 101, 120; al-Ahzab 60; dan surat al-Munafiqun : 8.  Begitu juga dalam ayat-ayat lain yang secara umum banyak menyebut istilah Madinah yang bermakna kota seperti pada surat al-A’raf : 123; Yusuf : 30; al-Hijr : 67; al-kahfi : 19, 82; an-Naml : 48; al-Qashash : 15, 18, 20; al-Ahzab : 60; dan surat Yasin : 20.


Mengenai keengganan Rosulullah SAW menyebut Madinah dengan nama Yatsrib menurut Ibnu Hajar hal ini berkenaan dengan makna dari kata Yatsrib itu sendiri.  Yatsrib berasal dari  kata tatsrib yang berarti “celaan” atau “cacian”, atau juga berasal dari kata tsarab yang berarti “hancur.” Kedua makna tersebut tidak memiliki makna yang positif, sehingga Rosulullah SAW lebih senang menyebut kota ini dengan nama yang baik dan beliau tidak menyukai nama-nama yang bermakna buruk dan tercela.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar