Sabtu, 30 Januari 2016

Istiqamah

Istiqamah

Diantara sikap yang mendatangkan karamah adalah Istiqamah. Walau demikian karamah bukanlah tujuan daripada istiqamah itu sendiri. Karamah hanyalah bunga-bunga kebahagiaan yang diberikan oleh Allah agar manusia bisa terus beristiqamah. Namun tidak jarang orang-orang yang tertipu pada maqam karamah ini, kadang mereka tertipu dan merasa telah mendapatkan buah dari kesejatian istiqamah. Padahal jika kita ingin mengetahui dan mengunduh buah kesejatian dari pada istiqamah maka kita harus terus berada pada maqam istiqamah, bukan malah berpaling darinya.

Istiqamah berarti tekun, terus-menerus, tidak terputus, konsisten, dan lestari dalam kebaikan amal. Ibarat tetesan air yang perlahan namun pasti mampu melubangi kerasnya batu. Begitu juga dalam hal kebaikan perlu dilakukan dengan terus-menerus sehingga mampu merontokkan kekerasan hati kita.

Dalam banyak kata-kata hikmah juga disebutkan bahwa istiqamah itu derajadnya lebih baik dibandingkan dengan seribu karamah, sebagaimana yang sering kita dengar dari guru-guru kita bahwasanya :
الاستقامة خير من الف كرامة
Artinya : “Istiqamah itu lebih baik dari seribu karamah.”

Oleh karena itu para Ulama berpesan dengan sungguh-sungguh bagi para Salikin agar memperhatikan benar tentang istiqamah, jangan sampai mereka tergoda dengan bunga-bunga kesenangan yang sementara. Dalam sebuah maqalah dinyatakan bahwa “Kun Thalabal Istiqamah Wa La Takun Thalabal Karamah” artinya “Carilah selalu  istiqamah dan jangan mencari karamah.” Di sini para Ulama berpesan agar kita tidak putus-putusnya untuk selalu berada pada jalan keistiqamahan dan jangan sampai tertipu hanya karena mengejar-ngejar karamah.

Kata istiqamah adalah bentuk kata kerja aktif dan cair, konsteksnya bisa bermacam-macam dan dapat dimaknai dalam berbagai situasi dan kondisi. Istiqamah tidak hanya berkenaan dengan masalah ubudiyah semata, namun lebih dari itu istiqamah bisa menjadi satu keajaiban dalam berbagai urusan manusia baik itu yang berdimensi duniawi maupun yang berdimensi ukhrawi. Istiqamah berarti melakukan kebaikan secara terus menerus, konsisten, tekun dan tak kenal putus. Sikap ini tentu memberikan pengaruh yang positif bagi kehidupan seseorang baik yang berkenaan dengan amal dunia maupun amal akhiratnya.

Memang istiqamah sering memunculkan hal-hal yang tak terduga, ambillah contoh seorang yang dianggap miskin namun tekun menabung setiap hari pada akhirnya ia mampu pergi haji, mampu menjalankan ibadah qurban dan lebih mampu melakukan hal-hal lain dibanding dengan orang yang lebih mampu dan lebih kaya darinya secara materi. Dalam hal ibdah orang yang merutinkan dua rakaat shalat tahajud misalnya, lebih dicintai Allah SWT dibanding orang yang langsung menjalankan tahajud seribu rakaat namun setelah itu ia tidak menjalankannya sama sekali. Hal ini sebagaimana dalam hadits dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda :
احبّ الأعمال إلى الله أدومها وإن قلّ (رواه الشيخان عن عائشة)
Artinya : “Pekerjaan-pekerjaan (yang baik) yang lebih disukai Allah adalah pekerjaan yang terus-menerus dikerjakan walaupun pekerjaan itu sedikit.” (HR. Bukhori Muslim dari Aisyah).

Kata istiqamah sendiri termasuk bagian dari Jawami’ul Kalamnya Nabi Muhammad SAW, yaitu suatu kata singkat namun memiliki makna yang padat, hal ini sebagaimana yang termuat dalam Syarh matan AL-Arba’in Al-Nawawiyyah bahwasanya Abu Amrah Sufyan bin Abdullah Al-Tsaqafiy Radiyallahuanhu, bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai Islam :
قلت يارسول الله قل لي في الإسلام قولا لا أسأل عنه احدا غيرك, قال : قل آمنتُ بالله ثمّ استقم (رواه مسلم)
Artinya : “Aku telah berkata : ‘Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakannya kepada seorang pun kecuali kepadamu.’ Bersabdalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Katakanlah : Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqamalah kamu.” (HR. Muslim).

Dalam Al Qur’an sendiri Allah SWT menjadikan keimanan dan keistiqamahan  sebagai prasyarat manusia hidup dalam ketenangan, dijauhkan dari segala jenis ketakutan dan kesedihan serta mendapatkan bantuan dari para malaikat. Tidak hanya itu, bahkan Allah SWT menegaskan dan memberikan kabar gembira bahwa orang-orang yang beristiqamah akan mendapatkan surga sebagaimana yang Allah SWT janjikan. Dan tentu sebuah kepastian bahwa Allah tidak akan mengingkari janji-janji-Nya. Dalam surat Fusshilat ayat 30 Allah SWT berfirman :

¨bÎ) šúïÏ%©!$# (#qä9$s% $oYš/u ª!$# §NèO (#qßJ»s)tFó$# ãA¨t\tGs? ÞOÎgøŠn=tæ èpx6Í´¯»n=yJø9$# žwr& (#qèù$sƒrB Ÿwur (#qçRtøtrB (#rãÏ±÷0r&ur Ïp¨Ypgø:$$Î/ ÓÉL©9$# óOçFZä. šcrßtãqè? ÇÌÉÈ  
30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

Semoga kita dipermudahkan oleh Allah untuk mencapai maqam istiqamah, istiqamah dalam iman, terus-menerus dalam kebaikan, tekun dalam beribadah, serta berkesinambungan dalam beramal untuk menggapai puncak tertinggi ridlo Tuhan. Joyojuwoto

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar