Rabu, 02 Desember 2015

Inilah Filosofi Tuban Disebut Sebagai Bumi Wali

Inilah Filosofi Tuban Disebut Sebagai Bumi Wali

Tidak salah memang jika Tuban disebut-sebut sebagai Bumi Wali, karena di pangkuan bumi yang juga sering dijuluki sebagai bumi Ronggolawe ini banyak bersemayam para jasad para auliya mulai dari yang sudah dikenal masyarakat seperti Maqom Sunan Bonang, Maqom Sunan Asmaraqandi, Maqom Sunan Bejagung dan lain sebagainya, hingga maqom-maqom yang belum begitu dikenal secara luas oleh masyarakat luar, seperti Maqom Syekh Gentaru di Tuwiri Wetan Merakurak, Syekh Ahmad bin Muhammad Ar Rozi di Bangilan, Mbah Jabbar di Singgahan, Mbah Bongok di Jetak Montong dan masih banyak lagi tentunya.

Branding Tuban Bumi Wali yang dicanangkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Tuban di bawah kepemimpinan Bupati Fathul Huda memiliki tujuan mulia. Bukan hanya sekedar ingin menjadikan Tuban sebagai Bumi Santri ansich namun ternyata Pak fathul Huda memiliki visi dan misi jauh ke depan guna membangun Tuban menjadi Kabupaten yang madani.

Tidak seperti anggapan beberapa orang yang mengatakan bahwa Bupati ingin melupakan sejarah kota Tuban dengan mengganti tagline dari Bumi Ronggolawe menjadi Bumi Wali. Menurut Pak Huda, beliau ingin menjadikan Tuban sebagai Bumi Wali tidak hanya sebagai slogan tanpa makna. Beliau berharap Tuban mampu bertransformasi menjadi Bumi Wali yang sebenar-benarnya.

Lebih lanjut Pak Huda menyatakan bahwa filosofis dan nilai-nilai spirit Tuban sebagai Bumi Wali harus diaplikasikan dan diterjemahkan secara riil ke dalam ranah kehidupan masyarakat Tuban secara menyeluruh.

Nilai-nilai filosofis Tuban sebagai Bumi Wali diungkap dan dikupas oleh Pak Fathul Huda pada saat acara ngaji kebangsaan bersama Cak Nun di Alun-alun Tuban pada minggu malam kemarin tanggal 29 November 2015 dalam rangka hari jadi Kabupaten Tuban yang ke 722. Menurut Pak Huda mengapa Tuban kok disebut sebagai Bumi Wali ? beliau mengatakan bahwa Tuban ingin meniru spirit para Wali Songo yang telah berjasa menyebarkan dan mendakwahkan ajaran Islam di Tanah Jawa. Nilai-nilai spirit itu menurut Pak Huda adalah, pertama : para Wali adalah seorang enterpreuner, kedua : para Wali adalah seorang yang pemberani.

Dari dua nilai spirit para wali diatas pak Huda ingin mengajak masyarakat Tuban untuk menjadi masyarakat yang enterpreuner, menurutnya masyarakat enterpreuner adalah masyarakat yang makmur. Karena dengan enterpreuner masyarakat bisa menjadi penjual atau sebagai produsen, sedangkan masyarakat pembeli atau konsumtor adalah ciri-ciri dari masyarakat yang kurang maju. Sedang spirit pemberani yang dijabarkan oleh Pak Huda menurutnya hanya orang-orang pemberani saja yang memiliki masa depan yang gemilang. Namun beliau mengingatkan keberanian ini harus bermakna positif dan dilambari dengan nilai-nilai religi. Karena keberanian yang tanpa disentuh nilai-nilai religi akan menjadikan sikap  arogansi dan kesombongan, begitu tutur pak Huda. Joyojuwoto


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar