Minggu, 09 Agustus 2015

Ternyata Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Terjadi Tiga Kali



Ternyata Proklamasi Kemerdekaan Indonesia  Terjadi Tiga Kali

Bulan Agustus adalah bulan semarak, beraneka macam umbul-umbul dipasang di jalan-jalan raya, bendera berkibaran di hampir setiap rumah warga, dan banyak perhelatan acara dan perlombaan digelar mulai dari tingkat RT hingga level nasional diselenggarakan. Ya bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, namun tahukah kamu ternyata proklamasi tidak hanya terjadi di bulan Agustus saja. Setidaknya pernah terjadi peristiwa proklamasi sebelum tanggal 17 Agustus 1945, walau peristiwia itu tidak diakui secara nasional. Karena proklamasi yang dianggap sah adalah yang terjadi di Pegangsaan Timur  56 Jakarta.
Menurut beberapa sumber ada tiga kali proklamasi yang diselenggarakan, yakni :
1.       Proklamasi Gorontalo, 23 Januari 1942
Setelah Belanda menyerah kalah pada Jepang, rakyat Gorontalo dibawah pimpinan Nani Wartabone melakukan sweping terhadap para pejabat Belanda yang masih di Gorontalo.  Mereka bergerak diberbagai kota seperti Sumawa, Kabila, dan Tamalate. Kota Gorontalo dikepung  hingga akhirnya komandan Detasemen Veld Politie WC Romer dan beberapa kepala jawatan di Gorontalo menyerah.

Dengan semangat heroik Nani Wartabone mengumpulkan masa di halaman depan Kantor Pos Gorontalo. Dikibarkanlah bendera merah putih, di hadapan masa Nani Wartabone berpidato, “Pada hari ini, 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dari penjajahan bangsa manapun juga. Bendera kita, yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintah Belanda sudah diambil oleh Pemerintah nasional agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

Selanjutnya, Nani Wartabone mengumpulkan masa dalam rapat akbar di Tanah Lapang Besar Gorontalo untuk menegaskan kembali kemerdekaan yang sudah diproklamasikan. Namun sayang ketika Jepang mendarat ke Gorontalo tanggal 26 Februari 1942, Jepang melarang pengibaran Merah Putih dan memaksa rakyat Gorontalo takluk tanpa syarat kepada Jepang.

2.       Proklamasi Rengasdengklok, 16 Agustus 1945
Tokoh lain yang membacakan proklamasi kemerdekaan sebelum Soekarno-Hatta adalah dr. Soedarsono. Satu hari sebelum peristiwa di Pegangsaan Timur, 56 Jakarta yaitu pagi hari tanggal 16 Agustus 1945 di alun-alun Cirebon dihadiri sekitar 150 orang dr. Soedarsono membacakan teks proklamasi yang konon disusun oleh Syahrir dan beberapa gerakan kelompok bawah tanah seperti Chaerul  Saleh, Eri Sadewo, Johan Nur, dan Abu Bakar Lubis. Penyusuna teks itu dilakukan di asrama Prapatan 10, Jakarta pada tanggal 13 Agustus 1945.

Ada sebaris teks proklamasi yang diingat oleh Des Alwi, yaitu “Kami bangsa Indonesia dengan ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia karena kami tidak mau dijajah oleh siapa pun juga.”

3.       Proklamasi Pegangsaan Timur 56, Jakarta
Peristiwa proklamasi yang dianggap sah adalah proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Peristiwa ini menjadi tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia dan selalu diperingati setiap tahunnya. Sekian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar