Rabu, 22 Juli 2015

Tidak Pernah Sholat Namun Masuk Surga

Tidak Pernah Sholat Namun Masuk Surga

Apakah kita percaya bahwa sholat kita diterima Allah Swt, yakinkah kita bahwa sholat kita mampu menghantarkan ke surga-Nya ? tentu jawabannya belum tentu bukan, namun tahukah kita ternyata ada seorang muslim yang tidak pernah sholat namun Rosulullah SAW mengatakan bahwa ia masuk surga dan diiringi bidadari yang jelita.

Ini adalah sebuah kisah yang luar biasa yang banyak memberikan pelajaran bermakna dan hikmah bagi kita semua. Kisah ini terjadi pada saat perang Khaibar, di mana seorang budak Yahudi menemukan seberkas cahaya hidayah daan mendapatkan momentum yang tepat yang akhirnya menghantarkannya menuju jannah-Nya. Sebuah kisah yang sarat makna dan hikmah yang layak untuk kita renungkan bersama.

Alkisah pada saat Rosulullah SAW memimpin pasukan umat Islam untuk menaklukkan Khaibar pada tahun ke-7 Hijriyyah di tengah perjalanan menuju Khaibar ada seorang budak yang bernama Al Aswad yang sedang menggembalakan kambing milik salah seorang Yahudi. Melihat serombongan pasukan menuju Khaibar Al Aswad pun mendekati rombongan, kemudian ia menemui pimpinan rombongan yang tidak lain adalah Nabi Muhammad.

Setelah berbasa-basi akhirnya Al Aswad bertanya mengenai Islam, dan Rosulullah pun menjawabnya hingga Al Aswad menyatakan beriman kepada Allah dan Rosul-Nya. Karena saat itu Al Aswad sedang menggembalakan kambing milik tuannya yang Yahudi, ia meminta saran apa yang harus dilakukannya. Kemudian Rosulullah berkata : “Lemparlah kepala kambing-kambing itu, niscaya mereka akan kembali kepada tuannya” Al Aswad pun mengerjakan apa yang menjadi saran Rosulullah, seketika itu pula kambing-kambing itu berlari pulang ke arah Khaibar.

Setelah itu dengan tanpa banyak berfikir Al Aswad ikut bergabung dengan pasukan umat Islam yang akan melakukan penyerangan ke benteng-benteng Khaibar. Walau ia belum mendalami tentang Islam ia sangat percaya dan yakin dengan apa yang disabdakan Rosulullah SAW. Keimanan Al Aswad kepada Allah dan Rosul-Nya tulus tanpa tendensi dan tanpa alasan apapun.

Ketika peprangan telah berlangsung Al Aswad pun ikut terjun ke dalam kancah pertempuran. Namun naas baginya ketika ia baru saja akan mengangkat senjata untuk berperang, tiba-tiba sebuah lemparan batu dari arah musuh melayang menghantamnya hingga menyebabkan kematiannya. Baru saja Al Aswad menyatakan keislamannya, belum ada satu pun syariat Islam yang ia kerjakan, belum satu rakaat sholat pun yang ia jalankan, belum satu nisab zakat yang ia bayarkan, belum satu musuh yang ia bunuh dalam peperangan Al Aswad telah meninggal dunia.

Beberapa pasukan umat Islam yang mengetahui kematian Al Aswad selanjutnya menggotong jasadnya dan membawanya kehadapan Rosulullah SAW. Beliau mengkafani jasad itu dengan baju yang dikenakannya. Setelah itu Rosulullah SAW menatap jenazah Al Aswad dengan  pandangan mata yang seperti mengikuti sesuatu yang berjalan menjauh dari jasad itu. Para sahabat pun bertanya kepada Nabi : “Ya Rosulullah mengapa engkau menengok ?” Beliau pun menjawab : “Aku melihat dia pergi ke surga ditemani oleh dua bidadari yang kan menjadi istrinya di sana”

Subhanallah, Maha suci Allah yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada Al Aswad. Semoga kita termasuk orang-orang yang membawa iman dan Islam hingga di akhir kehidupan kita kelak. Amien..amien ya Rabbal “alamin. Sekian. Joyojuwoto

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar