Selasa, 19 Mei 2015

Di Pesantren Kita Berdikari

Di Pesantren Kita Berdikari
Oleh : Dian Maya Maulida

Hidup di Pondok Pesantren itu adalah kehidupan yang mandiri dan sederhana. Kita pasti diajarkan bagaimana cara kita belajar menjalani kehidupan yang jauh dari orang tua kita, bagaimana sikap kita ketika mendapat cobaan, bagaimana sikap kita ketika gagal, akankah kita harus berlari ataukah kita hadapi ?

 Di sekeliling kita banyak sekali orang-orang yang syirik dengan kita, entah itu karena kemampuan yang kita miliki atau pun karena sesuatu hal yang lain. Sifat iri ini sangatlah  mudah masuk dan ada pada diri kita, lebih-lebih ketika kita selalu menuruti ego yang kita miliki atau pun karena hasutan yang di berikan orang lain kepada kita, maka dari itu jangan menjadi orang yang mudah terhasut oleh orang lain. Jika kita selalu mengedepankan dan mengutamakan sifat egois dan iri hati kita, bukan keuntungan yang akan kita dapatkan melainkan kita akan menjadi orang yang selalu berkecil hati dalam melakukan segala hal.  Dan akhirnya kekalahan lah yang kita dapatkan. Perlu di ingat, setiap insan itu punya keistimewaan, maka dari itu kita tidak boleh selalu iri terhadap  apa yang dimiliki orang lain. Dan salah satu kuncinya hanyalah kita sendiri, sifat iri adalah sifat yang wajar, akan tetapi kita tidak boleh menunjukkannya pada orang lain. Cukup memendamnya saja.

Selain bisa melatih kesabaran, kita juga bisa memperkaya hati kita, bahkan kita bisa banyak belajar mengoreksi diri bagaimana kita bisa bisa menjadi lebih maju lagi dan berkembang. Dan karenanya, Sifat optimislah yang harus kita miliki agar bisa membantu kita menggapai semua mimpi kita. Hidup di pondok adalah latihan hidup bermasyarakat, kita di latih menjadi orang orang yang mandiri dan disiplin. Istilah mandiri kita di tuntun untuk bisa mengatasi segala masalah yang kita miliki. Kita dibina untuk bisa menjadi orang yang tegas dan juga terampil dalam segala hal. Kita selalu belajar menjadi seseorang yang dewasa tanpa harus mengandalkan orang tua kita.

Ada kalanya kita harus menulikan diri 

Pesantren adalah representasi kecil dari sebuah kehidupan di tengah masyarakat, semua yang ada di Pesantren bernilai pendidikan dan dapat menjadi suatu wadah untuk melatih diri kita agar kelak siap jika telah terjun di tengah masyarakat yang sebenarnya.

Menjalani suatu kehidupan di tengah masyarakat pastilah tidak mudah seperti yang kita bayangkan, terkadang datang suatu kebahagiaan, dan terkadang juga banyak masalah yang menimpa kita. Adanya suatu masalah bukan untuk menjadikan kita jatuh, tapi bangkitlah dan bangunlah. Mungkin bagi mereka kamu hanyalah orang yang tidak berguna dan jauh sekali dari kesempurnaan, tapi kita harus ingat bahwa setiap orang itu memiliki keistimewaan, bahkan keistimewaan yang kamu miliki tidak bisa dimiliki orang lain. Tunjukkan dan buktikan kamu bukanlah orang yang bodoh, kamu bisa menjadi seperti mereka. Bahkan untuk orang  yang tidak mempercayaimu, yakinlah dengan tekad  dan usaha yang besar, buah yang mentah bisa menjadi masak, sesuatu yang pahit pun bisa menjadi manis, kamu bisa mengubah semuanya. Inilah kehidupan. Kadang lurus dan terkadang pun berbelok, banyak-banyak lah bersyukur atas nikmat yang di berikan ALLAH kepadamu. Rencana ALLAH selalu berakhir dengan kebaikan. Semua berjalan atas kehendaknya. Maya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar