Kamis, 14 Mei 2015

Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban

Di dalam kitab Mukasyafatul Qulub halaman 251 Rosulullah SAW bersabda : “Ketika bulan Sya’ban tiba hendaknya kalian semua sama membersihkan diri dan memperbaiki niat. Maksud membersihkan diri adalah membersihkan diri dari dosa serta memperbaiki niat untuk melaksanakan amal-amal  sholeh untuk persiapan menghadapi bulan Ramadhan.

Dan disebutkan dalam haditsnya Imam Muslim Rosulullah SAW banyak melakukan puasa di bulan Sya’ban, dan beliau tidak berpuasa kecuali beberapa hari saja. Ada sebuah perkataan yang mengatakan bahwa para Malaikat yang ada di langit itu juga memiliki dua hari raya sebagaimana umat Islam mengagungkan hari rayanya yang ada di dunia. Adapun dua  malam hari rayanya para malaikat adalah malam Nisfu Sya’ban tanggal 15 Sya’ban dan malam Lailatul Qodar di bulan Ramadhan.

Imam Subkhi menerangkan barang siapa yang menghidupkan malam Nisfu Sya’ban maka hal itu seperti menghapus dosa satu minggu, sedang siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qodar maka dosanya akan ditutupi seumur hidupnya. Dan barang siapa yang menghidupkan dua malam hari raya tersebut yaitu malam Nisfu Sya’ban dan malam Lailatul Qodar maka hatinya tidak akan mati pada saat hati kebanyakn manusia mati.

Maksud dari menghidupkan dua malam hari raya tersebut adalah memperbanyak amal sholeh seperti membaca Al Qur’an, berdzikir, menjalankan sholat sunnah dan lain-lain. Sedang hati yang mati maksudnya adalah hati yang selalu terikat dengan urusan duniawi dan melupakan urusan akhirat.

Pada saat malam Nisfu Sya’ban malaikat Izroil mendapatkan naskah catatan daftar nama orang yang akan meninggal dunia di bulan Sya’ban hingga bulan Sya’ban di tahun berikutnya. Ketika orang-orang masih sibuk menanam, ada yang sedang melangsungkan pernikahan, ada yang lagi sibuk membangun rumahnya, namun mereka semua tidak tahu bahwa namanya telah tercatat dalam daftar nama yang akan meninggal dunia di tahun itu, malaikat maut tinggal menunggu perintah.

Dan disebutkan dalam Khasiah Sowi juz 4 halalaman : 287 ada perkataan yang berbunyi : “Allah Ta’ala menetapkan taqdir untuk makhluknya pada malam lailatul Qodar berdasarkan garis ketetapan dari Allah, dan takdir tadi selanjutnya diberikan kepada para malaikat hanya untuk satu tahun yaitu saat mulai datangnya malam lailatul Qodar hingga satu tahun kedepan pada malm lailatur qodar di tahun berikutnya. Adapun yang ditakdirkan Allah berupa urusan kematian, jodoh, rizki dan lain-lainnya.

Selanjutnya catatan-catatan itu diberikan kepada empat malaikat, Jibril, Mikail, Isrofil, dan Izrail diserahi tugas untuk menjalankan ketetapan tadi. Taqdir itu dikerjakan pada malam Nisfu Sya’ban kemudian diserahkan kepada empat malaikat tadi pada malam Lailatul Qodar.

Disebutkan dalam kitab Durrotun Nasikhin halaman : 208, dari abu Hurairoh bahwasanya Rosulullah SAW bersabda : “Saya kedatangan malaikat Jibril pada malam Nisfu Sya’ban, dan ia berkata kepada saya, “Wahai Nabi Muhammad, pada malam ini semua tirai langit dibuka, termasuk tirai langit rahmat, maka saya memberitahukan kepada engkau agar engkau melaksanakan sholat kemudian dongakkan kepala engkau dan angkat kedua tangan engkau untuk berdo’a ke arah langit. Kemudian saya pun bertanya kepada Jibril : “Wahai Jibril malam ini malam apa ?” kemudian Jibril pun menjawab : “Malam ini adalah malam dimana 300 tirai rahmat dibuka, dan malam dimana semua dosa diampuni kecuali dosa syirik, dosa tukang sihir, dosa orang yang berseteru dengan orang Islam, dosa peminum khamr, dosa para pezina, dosa pemakan riba, dan dosa orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dosa pengadu domba, dosa orang yang memutus tali silaturrahmi. Semua dosa yang  disebutkan tersebut yang jumlahnya sembilan tidak termasuk disa yang diampuni sehingga mereka bertaubat dan meninggalkan perbuatan tercela itu.

Ada hadits lagi  menerangkan yang artinya : “Barang siapa yang berpuasa tiga hari di awal bulan Sya’ban dan berpuasa tiga hari di tengahnya, serta berpuasa di tiga hari di akhir bulan Sya’ban maka baginya pahala 70 pahalanya para Nabi. Wallahu A’lam. Jwt

*Dari kita berbahasa Jawa bertulisan huruf Arab pegon

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar