Kamis, 30 April 2015

Kisah Qusman Mujahid Uhud yang masuk Neraka

Kisah Qusman Mujahid Uhud yang masuk Neraka


Wikipedia.org
Perang Uhud yang terjadi pada pertengahan bulan Syawal tahun ke 3 H menyisakan pelajaran yang sangat berharga kepada kita semua.  Diantara kisah itu adalah gugurnya seorang dari kalangan umat Islam namun ia oleh Rosulullah SAW dikatakan masuk neraka.
Mungkin memang tidak tepat Qusman mendapat sebutan seorang mujahid. Karena Qusman berperang bukan karena ingin menegakkan kalimatullah, namun hanya karena niat ashobiyyah semata. Pada awalnya Qusman tidak ikut serta dalam barisan pasukan umat Islam. Namun ketika ia tinggal di Madinah ia diejek oleh wanita-wanita dari bani Zafar. Karena ejekan itulah Qusman akhirnya  ia berangkat perang dan bergabung dengan pasukan umat Islam yang telah dulu tiba di Uhud.
Qusman terkenal sebagai seorang yang pemberani, ia tidak ingin tanah kelahirannya Madinah diinjak-injak oleh kaum Quraisy karena itulah ia rela mengorbankan nyawanya demi tanah airnya. Hal ini terungkap saat Qusman sedang sekarat setelah ia berhasil membunuh sebanyak tujuh orang dari kaum Quraisy.  Kemudian lewatlah Abu Khaidaq di tempat itu.
“Qusman, beruntunglah kau, karena kau akan segera Syahid Fi Sabilillah” katanya
Qusman pun menjawab : “Sungguh saya bertempur bukan atas dasar agama. Saya bertempur hanya sekedar menjaga jangan sampai Quraisy memasuki tempat kami dan melanda kehormatan kami, menginjak-injak kebun kami. Saya berperang hanya untuk menjaga nama keturunan masyarakat kami. Kamau tidak karena itu saya tidak akan berperang”.
Karena itulah ketika para sahabat mengatakan bahwa Qusman mati syahid, maka Rosulullah SAW mengatakan bahwa Qusman masuk neraka. Karena pada saat sekarat itulah Qusman tidak kuat menahan penderitaan karena sakit dan luka-lukanya kemudian ia bunuh diri. Dan Qusman mati bukan karena jihad fi sabilillah, namun karena panggilan untuk membela dan mempertahankan tanah kelahirannya.
Rosulullah  SAW bersabda :
ليس منّا من دعى إلى عصبيّة وليس منّا من قاتل على عصبيّة, وليس منّا من مات على عصبيّة .....(رواه أبو داود)
Bukan termasuk golongan kami orang-orang yang menyeru kepada ashobiyyah, bukan termasuk golonganku yang membunuh karena ashobiyyah, dan bukan termasuk golonganku orang yang terbunuh karena ashobiyyah
Begitulah amal kita akan sia-sia jika tidak kita niati dengan niat yang benar. Karena niat akan menentukan amal itu diterima atau tidaknya di hadapan Allah SWT.
انّما الاعمال بالنّيات وانّما لكلّ امرئ ما نوى ...
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya..”
Kisah Qusman memberikan pelajaran berharga kepada kita, bahwa niat adalah hal yang pokok dalam kehidupan ini, dan iman adalah sesuatu yang sangat berharga. Iman ibarat mutiara yang bertahta dalam jiwa kita. Jangan sampai iman lepas dari segala kehidupan dan aktivitas kita. Amien. 30.4.2015. Joyojuwoto.



ليس منّا من دعى إلى عصبيّة وليس منّا من قاتل على عصبيّة, وليس منّا من مات على عصبيّة .....(رواه أبو داود)
NB : Hadits diatas berdasarkan yang penulis ingat, mohon koreksi jika ada kesalahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar