Selasa, 28 April 2015

“Keutamaan Bulan Rajab”*

“Keutamaan Bulan Rajab”*

 Gambar : https://riairwanty.wordpress.com
Rajab adalah nama salah satu sungai yang berada di surga. Airnya lebih putih dibanding susu, lebih manis dibandingkan madu, dan lebih sejuk dibanding air es sekalipun.

Diceritakan dari Abu Hurairoh, bahwasanya Rosulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang berpuasa pada tanggal 27 Rajab maka ditulis baginya puasa 60 bulan”.

Tanggal 27 Rajab adalah permulaan Malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad SAW dan memberikan kabar ketetapan dari Allah SWT bahwa Nabi diangkat sebagai Rosul. Pada tanggal 27 Rajab pula Rosulullah SAW di Isra’ Mi’rajkan oleh Allah SWT.

Dan sebuah qaul mengatakan  bahwa Rajab adalah bulannya Allah SWT. Bulan Rajab juga disebut sebagai bulan a’dzom (bulan yang agung), maka barang siapa yang berpuasa di salah satu hari pada bulan Rajab maka orang tersebut akan mendapatkan anugerah keagungan dari Allah SWT.

Dalam kitab Durrotun Nashikhin disebutkan : “Barang siapa yang menghidupkan awal malam bulan Rajab, maka orang itu hatinya tidak akan mati saat orang-orang lainnya mati hatinya. Dan Allah SWT akan menurunkan segala kebaikan untuk orang tersebut sehingga ia  seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. Makna hidup hatinya maksudnya adalah orang tersebut selalu ingat kepada Allah serta memperbanyak amalan-amalan ibadah seperti : shalat jama’ah, berdzikir, membaca Al Qur’an, memperbanyak shalawat dan lain sebagainya. Sedang pengertian mati hatinya ialah kondisi hati orang tersebut lalai, hatinya selalu dipenuhi dengan kesibukan duniawi dan lupa akan amal akhirat.

Ada hadits lain yang mengatakan : “Ketahuilah bahwasanya bulan Rajab adalah bulannya Allah, yang disebut sebagai bulan a’dzom. Barang siapa yang berpuasa di salah satu hari di bulan Rajab dengan penuh keyakinan lillahi ta’ala maka orang tadi akan mendapatkan ridho yang agung dari Allah Ta’ala. Dan barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab maka orang itu mendapatkan kemuliaan yang tidak bisa disifati oleh penduduk langit dan penduduk bumi. Dan barang siapa yang berpuasa yiga hari di bulan Rajab maka orang itu akan diselamatkan dari segala macam bahaya di dunia, dan terbebas dari siksa akhirat, dan selamat dari sakit jiwa, sakit buduk, serta selamat dari fitnah dajjal. Dan barang siapa yang berpuasa tujuh hari di bulan Rajab maka tujuh pintu neraka akan ditutup baginya, maksudnya orang itu tidak akan masuk neraka. Dan barang siapa yang berpuasa delapan hari di bulan Rajab maka dibukakan baginya pintu surga. Dan barang siapa yang berpuasa sepuluh hari di bulan Rajab maka segala permintaannya akan dikabulkan oleh Allah SWT.  Dan barang siapa yang berpuasa selama lima belas hari di bulan Rajab maka dosa-dosanya yang lalu diampuni oleh Allah SWT serta keburukannya akan diganti dengan kebaikan. Dan barang siapa yang menambahi puasanya lagi maka Allah juga akan menambah pahala orang tersebut.

Terdapat hadits lain tentang puasa bulan Rajab yakni :
-          Berpuasa ditanggal 1 Rajab dosanya dihapus selama satu tahun
-          Berpuasa ditanggal 2 Rajab dosanya dihapus selama dua tahun
-       Berpuasa ditanggal 3 Rajab dosanya dihapus selama tiga  tahun, dan selanjutnya hingga genap satu bulan dosanya juga akan diampuni oleh Allah SWT. Wallahu a’lamu bisshowab. Joyojuwoto.

*Dari kitab berbahasa Jawa tulisan huruf Arab pegon

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar