Jumat, 27 Maret 2015

Sekilas Tentang Thariqah


Pertanyaan Wawancara yang diajukan oleh Nanik
Mahasiswi Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya



1. Apa yang anda ketahui tentang tarikat ?
2. Sejauh mana anda paham dengan macam-macam tarikat ?
3. Bagaimana tahapan-tahapan tarikat itu sendiri ?
4. Apa manfa'at tarikat ?
5. Secara garis besar di indonesia lebih identik dengan tarikat apa ?
6. Siapa saja tokoh-tokoh tarikat itu ?


Jawaban Pertanyaan 1

Mbak nanik sendiri saya kira telah tahu apa itu pengertian thariqat, lebih-lebih secara lughotan (bahasa), kan dulu kamu mondok di KMI ASSALAM Bangilan, tapi tak apalah saya jawab pertanyaan kamu tentang thariqat sesuai kemampuan saya. Thariqah secara lughowi berasal dari bahasa Arab dari kata طريقة yang berarti jalan, way dalam bahasa Inggrisnya dan artinya sama yaitu jalan atau metode. Jalan di sini bermakna cara untuk mendekatkan dan menyucikan diri kepada Allah Swt. Lha masalah menyucikan diri ini tempatnya pada ilmu tasawuf, dan memang thariqat itu salah satu bagian dari tahapan-tahapan  ilmu tersebut.


Jawaban Pertanyaan 2
Kalau bertanya sejauh mana saya memahami thariqat, sebenarnya saya belum faham kecuali hanya sekedar teori-teori seperti yang tertulis dalam buku-buku tasawuf atau hanya sekedar membacanya saja. Tidak lebih dari itu. Namanya faham itu kan tidak hanya sekedar tahu dan hafal tapi  benar-benar meresapi. Faham ilmu tasawuf itu seperti api dengan sifat panasnya, seperti air dengan sifat basahnya, seperti laut dengan ombaknya. Adakah api tanpa panas, adakah air tanpa basah, adakah laut tanpa gelombang, begitulah kira-kira pengertian faham menurut saya.

Jadi jika sampeyan bertanya sejauh mana, maka saya jawab sangat jauh sekali kefahaman saya dalam arti jauh dari faham itu sendiri…hehe

Jawaban Pertanyaan 3
Tahapan thariqah yang sering saya dengar itu ada empat yaitu :
1.    Syariat
2.    Thariqat
3.    Hakikat
4.    Ma’rifat
Kalau sampeyan pengin tahu arti dari semua tingkatan itu ya minimal kembalikan kepada makna kata dari kata itu sendiri. Soalnya memang kadang kata telah terjajah oleh pengertian yang membingungkan kita sendiri. Kita kadang perlu belajar kemurnian dari sebuah kata tanpa perlu menafsiri dengan berbagai macam tafsir.

Jawaban Pertanyaan 4
Emm.. manfaat thariqat saya kira tak perlu dipertanyakan Nik.. sebagaimana sampeyan tidak perlu mempertanyakan apa sih manfaat jalan raya ? atau bertanya apa sih manfaat sinar matahari, apa sih manfaat air dan lain sebagainya. Karena sesuatu yang jelas kan tidak membutuhkan pertanyaan atau jawaban sekalipun. Dan hanya orang yang bergurau saja kalau tidak tahu manfaat jalan raya, sinar matahari, air dan lain sebagainya.

Gini Nik pasti sampeyan masih ingat sebuah mahfudhot yang dulu kamu pelajari di Pondok ASSALAM Bangilan. Kalau saya salah monggo dikoreksi Nik :
من سار على الدّرب وصل
“Barang siapa yang berjalan di jalannya maka ia akan sampai”

Lha maqolah ini mungkin sedikit memberikan gambaran akan manfaat dari thariqat yang kamu pertanyakan tadi. Faham kan !

Jawaban Pertanyaan 5
Indonesia itu luas Nik, lha saya tak pernah keluar kecuali sampai di kota kabupaten, atau paling banter pernah keluar kota dan itu saja kalau saat study tour bareng-bareng gitu.  Tapi kalau sampeyan memaksa saya untuk menjawabnya ya gini aja Nik, mayoritas masyarakat Indonesia kan NU, lha dalam  wadah organisasi yang didirikan oleh Hadrotus Syekh Hasyim Asy’ari terdapat banyak sekali aliran-aliran thariqat yang tergabung dalam wadah “Jam’iyyah Ahli Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah, Diantaranya adalah :
-       Qodiriyyah
-       Nagsabandiyyah
-       Qodiriyyah wa-Naqsabandiyah
-       Syatariyah
-       Sadziliyyah
Dan masih banyak lagi aliran-aliran thariqah di Indonesia, sebagaimana banyaknya jalan menuju Surabaya. Pernah dengar peribahasa itu kan ? “Seribu jalan menuju Surabaya, ehh.. Roma maksudku Nik, hehe…

Jawaban Pertanyaan 6
Tokoh-tokoh pendiri dan penyebar ajaran thariqah sangat banyak, namun setidaknya ada beberapa tokoh thariqat yang saya kenal dan pernah membaca biografi beliau, seperti thariqat sadziliyyah didirikan oleh Syekh Abu Hasan As Sadzili, thariqat Nagshabandiyyah didirikan oleh Shah Bahauddin Nagshaband al Bukhori, thariqah Qodiriyyah dinisbatkan kepada Syekh Abdul Qodir Al Jilani, thariqah Syattariyyah didirikan oleh Abdullah as Syattar.

Dan ini luar biasa ternyata Ulama Indonesia yaitu Syekh Ahmad Khatib As Sambasi yang mendirikan  thariqah hasil dari ijtihad beliau, serta perpaduan dua thariqat besar Qodiriyyah dan Nagshabandiyyah, thariqah ini lazim dikenal sebagai thariqah Qodiriyyah wa Naqshabandiyyah. Beliau adalah seorang yang alim lagi tawadhu’ seorang sufi dan syekh besar di Masjidil Haram Makkah al Mukarramah.

Berbicara masalah tokoh thariqat sangatlah banyak jumlahnya, karena jika salah satu tokoh ulama’ thariqat meninggal dunia maka akan digantikan oleh yang lain dengan tata cara dan mekanisme sesuai dengan aturan masing-masing thariqah. Seperti pohon silsilah yang tidak ada habisnya mulai Nabi Muhammad Saw hingga ulama’-ulama’ di akhir zaman kelak.
Sekian !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar