Minggu, 15 Februari 2015

Kutuk waktu

Gerimis dipelataran senja 
bercerita tentang angin resah mengeluh gundah 
kabut hitam memejamkan matanya 
petir bersautan memekakkan gendang telinga 

januari tlah berlalu 
namun waktu marah menggerutu 
mana yang akan aku sumpahi dengan tangisku 
biar orang-orang sama berteriak 
banjir...banjir 

aku tak peduli 
hutanku tak lagi perawan 
gunung-gunungku dijarah serakah 
kan kukutuk dengan amarahku 
yang membakar ladang dan sawahmu 
mengeringkan air mata dan mata airmu 

di kemarau waktu 
tunggu sumpah dan amarahku 
tak ada pawang waktu yang akan menghentikanku
itu kutukku
itu sumpahku
itu amarahku
kutuk
waktu

Jwt. 15.2.15



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar