Senin, 19 Januari 2015

Ajarkan kejujuran kepada anak dan jangan membohongi mereka

Ajarkan kejujuran kepada anak dan jangan membohongi mereka

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amir Ra, ia mengatakan : “Pada suatu ketika, ibuku memanggilku, sedang Rosulullah SAW duduk di rumah kami. Ibuku mengatakan : “Hai kemarilah, aku akan memberi sesuatu kepadamu.” Lalu Rasulullah SAW balik bertanya : “Apa yang akan kamu berikan kepadanya ?” Ibuku menjawab : “Aku akan memberinya sebuah biji kurma.” Kemudian Beliau memperingatkan, “Apabila kamu tidak memberikan sesutu pun kepadanya, maka kamu dinyatakan telah berdusta kepadanya.”
Begitulah salah satu teladan yang diberikan oleh Nabi kita bahwa kita tidak boleh berbohong walau dengan anak kecil sekalipun. Karena jika kita membohongi mereka tentu ini akan ditiru oleh anak-anak kita. Bukankah Rosulullah adalah seorang pribadi yang jujur, hingga oleh kaummnya beliau di juluki al amin (orang yang terpercaya). Kejujuran bukan hanya sifat yang mengantarkan kesuksesan bagi kita di dunia saja, lebih dari itu bahwa kejujuran yang menjadi lawan kebohongan merupakan sifat dasar seorang muslim. Allah berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 105 :
إنّما يفتري الكذب الّذين لا يؤمنون بآيآت الله وأولئك هم الكاذبون
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang yang berdusta (Q.S. An-Nahl : 105)

Jadi tanamkan ke dalam jiwa anak tentang kebaikan kejujuran dan kecelakaan bagi orang-orang yang berdusta. Mulai dengan memberikan teladan kepada anak-anak kita, jangan membiasakan membohongi anak walau untuk menghibur mereka. Katakana juga bahwa kebohongan sangat dekat denga kemunafikan yang mana pelakunya diancam oleh Allah di neraka yang paling bawah.
Ingatkan kepada anak-anak kita bahwa segala apa yang kita ucapkan akan dicatat oleh dua malaikat yang berada disisi kiri dan kanan kita, sehingga tidak ada kebaikan yang luput darinya begitu juga tidak ada kejahatan yang tersembunyi. Allah berfirman :
ما يلفظ من قول إلاّ لديه رقيب عتيد
“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”

Seorang mukmin bisa saja salah, seorang mukmin bisa saja melakukan dosa, namun pantang baginya untuk berdusta. Dengar dan ingat juga wejangan mbah-mbah buyut kita “Ojo goroh, mundhak growah” Jangan berdusta, nanti cela”. Sekian. Jwt. 19.1.15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar