Senin, 25 Agustus 2014

Kesenian di Indonesia

 Ringkasan Antropologi Kelas XII semester 1

Bab I
Kesenian di Indonesia
A.      Pengertian Seni
Pengertian seni menurut Kamus Besar Bahasa In
donesia memiliki tiga pengertian :
-          Pertama seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu
-          Kedua seni adalah karya yang diciptakan dengan keahlian luar biasa
-          Ketiga seni adalah kesanggupan akal untuk menciptakan  sesuatu yang luar biasa.
Sedang menurut Koentjaraningrat seni adalah keahlian dan ketrampilan manusia untuk mengekspresikan dan menciptakan hal-hal yang luar biasa.

Medium yang digunakan seniman untuk menyampaikan gagasannya bisa melalui bahasa, music, dan lukisan.

B.      Jenis-jenis Karya Seni
1.       Seni Rupa
Seni rupa merupakan jenis seni yang diwujudkan dalam bentuk rupa tertentu, seperti garis, warna, bidang, tekstur, dan pencahayaan yang ditata sedemikian rupa menurut prinsip-prinsip tertentu. Jenis seni rupa ada dua :
a.       Seni Rupa Murni
Seni rupa murni mencakup seni lukis, patung, dan seni grafis.
b.      Seni Rupa Terapan
Seni rupa terapan mencakup seni kriya tekstil, seni kriya keramik, desain komunikasi visual, desain interior dan lain-lain.
2.       Seni sastra
Seni sastra merupakan jenis seni yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Seni sastra mencakup folklore, prosa, puiisi, pantun, dan lain-lain.
3.       Seni Pertunjukan
Seni pertunjukan adalah seni yang dipergelarkan untuk dinikmati oleh para penontonnya. Dalam seni ini terdapat pembauran seni-seni lai, seperti seni music, sastra, dan seni peran.
Dalam Indonesian Heritage, ada tiga tipologi seni pertunjukan di Indonesia, yaitu :
a.       Tipologi berdasarkan  unsure artistik
b.      Tipologi berdasarkan fungsi social
c.       Tipologi berdasarkan apakah seni tersebut merupakan suatu dramatisasi atau bukan.

C.      Hubungan Seni dan Masyarakat
             Setidaknya, terdapat tiga unsure dalam peristiwa berkesenian, Pertama, pelaku seni, atau                  seniman; kedua, karya seni; dan ketiga penikmat seni (public). Hubungan ketiga unsure                      tersebut sangat erat dan tidak terpisahkan. Sang seniman yang hidup di tengah masyarakat,              mencoba mengomunikasikan realitas yang dialaminya dalam bentuk-bentuk kesenian                        tertentu kepada masyarakat. Kemudian dari apa yang dilihat, didengar, atau dirasakannya,                masyarakat akan memberi  komentar terhadap karya seni tersebut. Komentar  tersebut akan              dapat menjadi masukan bagi seniman untuk membuat karya seni yang lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar