Senin, 21 April 2014

Kartini 2014

21 April
Kartini terlahir
Terbelenggu tembok adat
Yang liat
Warisan leluhur patriarki
Menggendong nasib putri-putri pribumi
Kartini berteriak
Kartini berontak
Ia angkat pena
Ia lemparkan wacana
Gelegar suaranya menggema
Hingga daratan-daratan Eropa
Pada Abendanon ia bercerita
Pada Van kol ia berkhutbah
Pada Estella Zeehandelaar ia berujar
Tentang nasib perempuan
Tentang hak perempuan
.....,..............
Kartini berseru syahdu
"Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi perempuan sepenuhnya".
..............
21 April 2014

1 komentar:

  1. apa bangilan..wah..alam sudah tidak kesana...semoga semakin baik

    BalasHapus