Jumat, 21 Februari 2014

Pondok Pesantren Dalam Prespektif Kompetisi Global

Pondok Pesantren Dalam Prespektif Kompetisi Global

www.4bangilan.blogspot.com - Terlahir dari seorang ayah yang berpendidikan termasuk semangat tersendiri bagi seorang anak. Tidak dipungkiri lagi, pasti di masa remaja atau ketika ia menginjak dewasa seorang anak akan berfikir “kalau ayahku berhasil ahu harus lebih berhasil”. “kalau ayahku lulusan S1, aku harus lulus S2”. Dan jangan sampai  kefikiran “Toh hidupku sudah enak dengan profesi ayah, untuk apa aku bekerja lebih keras ?”. Inilah salah satu factor Dr. Dino Patti Djalal bisa seperti sekarang ini menjadi duta besar. Bayangkan beliau rela menjadi tukang cuci piring demi bangku kuliah, di satu sisi beliau adalah anak seorang duta besar melakukan apapun agar bisa melampaui siapapun. Dari tukang cuci piring menjadi duta besar RI untuk AS. Kunci mujarab yang beliau pakai adalah kata “GIGIH”. Ketekunan itu lebih penting dari kepintaran. Kalau IQ biasa saja asal mati-matian saat belajar pasti bisa. Karena kita sebagai putra-putri bangsa Indonesia terlahir untuk menjadi tiang-tiang peradapan Indonesia yang unggul.  Gigih dengan memaksa diri “You fall You get up, You fall You get up.
Kita harus ingat bahwa bangsa yang unggul bukanlah bangsa yang kaya SDA, justru bangsa yang miskin SDA kadang menjelma menjadi bangsa yang unggul, karena mereka selalu berupaya dan berinovasi. Kita lihat contoh Cina dan Korea kedua bangsa tersebut miskin SDA, tapi lihat kini mereka menjelma menjadi raksasa-raksasa ekonomi Asia bahkan sebentar lagi menurut prediksi Cina akan menumbangkan dominasi Amerika. Jadi kita sebagai bangsa yang kaya akan SDA ini perlu kita syukuri namun kita jangan terlalu mengandalkan SDA kita, kita harus bekerja keras untuk menciptakan peluang dan keberhasilan dengan perjuangan demi masa depan bangsa yang lebih cerah. Adapun keberhasilan itu perlu tips, berikut kiat-kita keberhasilan menurut pak Dino :

1.       Menabung

Satu hal penting untuk investasi kesuksesan adalah menabung. Ketika kita tidak menabung, maka kita tidak merencanakan apapun. Menabung juga menjadi sisi penyelamat dunia lain kita, semisal ada musibah rumah terbakar barang-barang ludes, tak ada yang bisa kita lakukan kecuali menunggu uluran tangan orang lain. Tapi lain halnya jika kita punya tabungan maka banyak hal yang nantinya akan bisa membantu kita dalam keadaan darurat.

2.       Ikhtiar dengan gigih dan tidak pernah menyerah pada hidup

3.       Cinta Ilmu dan Teknologi

“Saya sangat suka menimba ilmu dari orang-orang di sekeliling saya. Terlebih dari orang yang baru saya kenal”. Kita bisa belajar banyak dari siapapun dengan banyak bertanya,” begitu kata pak Dubes karena kecintaannya yang mendalam terhadap ilmu pengetahuan.

4.       Ambisi untuk kuliah

Kuliah adalah salah satu tiket untuk mengubah nasib. Kuncinya ialah kita berani mencoba. Beasiswa saat ini sangat mudah dicari. Banyak peluang yang bisa kita dapat untuk sekolah gratis. Jadi tak selayaknya kita bermuram durja karena tidak ada biaya kuliah. Ingat “Know what You want, plan what You want, and do what You want”.

Oleh karena itu kita sebagai pemuda harus selalu memandang dunia ini sebagai peluang dan bersemangatlah untuk meraih sukses dan mengubah masa depan lebih baik. Jika ada masalah jangan sampai mata kita hanya tertutupi pada satu masalah itu, lihatlah sisi-sisi lain bahwa dibalik masalah tersebut masih  ada lautan peluang yang lainnya. Wahai pemuda semalat berkarya.

Catatan kecil Santriwati ASSALAM Bangilan Tuban
”Ninda Sintya Rahmawati”
Dari Kuliah Umumnya “Dr. Dino Patti Djalal”
Dengan tema “ Pondok Pesantren Dalam Prespektif Kompetisi Global”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar