Minggu, 11 Agustus 2013

Mudik 2014

Mudik adalah kosakata setahun sekali yang kita dengar dan menjadi fenomena luar biasa di tengah masyarakat kita. Ribuan bahkan jutaan anak manusia menuju ke hal yang sama. Kembali ke kampung, kembali ke asal, mencecap rindu, menebar senyum, beramah-tamah bersama sanak saudara, handai tolan, teman,guru-guru dan semua yang telah menjadi sejarah dan masa silam. Harta, waktu, kenyamanan, dan semua dikorbankan demi sebuah kata mudik. Entah ia sadari atau tidak secara prespektif religi mudik berarti ke asal, kembali fitri, kembali suci. Mudik menjadi gambaran bagaimanapun keindahan dan kenyamanan hidup di kota dengan segala fasilitasnya tidak menjadi alasan bagi kita untuk terus-terusan tinggal disana. Ada saatnya kita kembali kepada asal kita. Kembali ke akar kehidupan kita. Orang Jawa bilang "Bali marang mula-mulo niro" kembali kepada asal kita. Dari tidak ada kembali tidak ada, dari bukan apa-apa menjadi bukan apa-apa lagi. Jadi seyogyanya mudik mengingatkan kita pada sangkan paraning dumadi. Dari mana kita berasal dan selanjutnya akan kemana nantinya. Dan menjadi luar biasa menurut saya orang yang menyadari arti mudik yang dilakukannya, karena ia telah menjelma menjadi insan yang peduli dan ingat dari mana ia berasal. Ibarat pepatah kacang tidak lupa akan kulitnya. Salam mudik Salam bahagia Salam untuk keluarga, teman, handai tolan, dan guru-guru kita semua. JWT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar