Minggu, 16 Juni 2013

Etnografi Suku Bali

Kebudayaan Bali

a.       Sistem Religi dan Kepercayaan
Sebagian besar masyarakat Bali beragama Hindu-Bali, tetapi ada segolongan kecil masyarakat Bali yang menganut Islam, Kristen, dan Katholik. Penganut Islam terdapat di Karangasem, Klungkung, dan Denpasar, sedangkan penganut agama Kristen dan Katholik terutama terdapat di Denpasar, Jembrana, dan Singaraja.

Orang Hindu percaya adanya Tuhan dalam bentuk konsep Trimurti yang berwujud :
1.       Wujud Brahmana yang artinya menciptakan
2.       Wujud Wisnu yang artinya melindungi serta memelihara
3.       Wujud Siwa yang artinya melebur segala yang ada

Selain itu mereka juga mengenal konsep roh yang meliputi :
-          Atman (roh abadi)
-          Karmapala (Buah dari sebuah perbuatan)
-          Punarbawa (kelahiran kembali dari jiwa)
-          Moksa (kebebasan jiwa dari lingkaran kembali)
Semua konsep tersebut termaktub dalam kitab Weda.
b.      Sistem Kekerabatan
Orang Bali dianggap sebagai warga masyarakat sepenuhnya jika sudah menikah. Perkawinan adat Bali bersifat eksogami, sehingga orang Bali akan berusaha untuk kawin dengan orang-orang yang dianggap sederajat dalam klen dan kasta (tunggal kawitan, tunggal dadia, tunggal sanggah).
Dahulu, jika terjadi perkawinan campuran, wanita akan dinyatakan keluar dari dadia. Secara fisik, suami istri akan dihukum buang (maselong) untuk beberapa lama ke tempat yang jauh. Sekarang hukum itu tidak berlaku lagi.
c.       Sistem Politik
Kelompok kesatuan adat di Bali disebut Banjar. Pusat banjar adalah bale banjar. Banjar dikepalai oleh seorang kepala yang disebut klian banjar (kliang). Tugas klian banjar menyangkut segala urusan dalam lapangan kehidupan sosial dan keagamaan.
Selain Banjar kesatuan adat masyarakat Bali meliputi :
1.       Subak
Subak adalah badan hukum adat yang otonom yang mengurusi masalah irigrasi dan sekaligus sebagai badan perencana aktivitas pertanian dalam suatu kelompok keagamaan. Subak dipimpin oleh seorang yang disebut sebagai sedahan agung.
2.       Seka
Seka adalah organisasi yang bergerak dalam lapangan hidup khusus yang meliputi :
a.       Seka yang bersifat permanen misalnya :
1.       Seka baru (perkumpulan tari baris)
2.       Seka truna (perkumpulan para pemuda)
3.       Seka daha (perkumpulan gadis-gadis)
b.      Seka yang bersifat sementara atau seka yang didirikan berdasarkan kebutuhan tertentu seperti :
1.       Seka memula (perkumpulan menanam)
2.       Seka manyi (perkumpulan menuai)
3.       Seka gong (perkumpulan gamelan)
d.      Sistem Kesenian
1.       Tari Daerah
Diantara tarian dari Bali adalah tari Legong dan tari Kecak. Tari legong menceritakan kisah cinta Raja Lasem, sedang tari kecak menceritakan kisah bala tentara monyet Hanuman dan Sugriwa dalam epos Ramayana.
2.       Rumah Adat
Rumah adat Bali meliputi Gapura Bentar (pintu gerbang), balai begong (tempat istirahat raja dan keluarga), balai wanikan (tempat adu ayam dan tempat pagelaran kesenian), Kori Agung sebagai pintu masuk pada waktu upacara besar, dan kori Babetelan yang merupakan pintu untuk keperluan keluarga.
3.       Pakaian Adat
Pakaian pria berupa ikat kepala (destar) kain songket saput, sebilah keris terselip pada pinggang bagian belakang.
Pakaian wanita memakai dua helai kain songket, stagen songket atau meprada, dan selendang/ senteng. Ia juga memakai hiasan bunga emas dan bunga kamboja di atas kepala. Perhiasan yang dipakai adalah subang, kalung, dan gelang.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar