Rabu, 24 April 2013

Sekilas Sejarah Karya Kartini "Habis Gelap Terbitlah Terang"



Sosok Kartini begitu populer sebagai ikon perjuangan kaum wanita di Indonesia. Terlebih setelah diterbitkannya surat-surat Kartini kepada para sahabatnya kaum elit Belanda.

Buku "Habis Gelap Terbitlah Terang" awalnya berbahasa Belanda yaitu "Door Duisternis Tot Lich" yang kemudian diartikan oleh sastrawan Armijn Pane sebagaimana judul buku yang kita kenal sekarang. 

Kumpulan surat menyurat Kartini tersebut diterbitkan di Belanda tujuh tahun setelah wafatnya beliau yaitu pada tahun 1911 oleh sebuah yayasan Kartini Fonds atas kreasi dari Abendanon kolega Kartini. Menurut pengakuan Abendanon. ia mengambil judul buku tersebut dari sebuah syair yang dikutip oleh Kartini dari seorang wanita tua yang berbunyi :

"Habis malam terbitlah terang
Habis badai datanglah damai
Habis juang sampailah menang
Habis duka tibalah suka "
(Surat E.C Abendanon, 15 Agustus 1902)

Demikian sekilas sejarah tentang karya Kartini "Habis Gelap Terbitlah Terang"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar