Sabtu, 05 Januari 2013

Panter De’ Sale Adventure 2013


Panter De’ Sale Adventure 2013

Matahari 2013 belumlah beranjak tinggi, ketika itu di pelataran pondok ASSALAM Bangilan Tuban telah berkumpul belasan wajah sumringah anggota Panter. Tepatnya dibawah gapura depan yang berhadapan langsung dengan sungai musiman. Waktu di Hpku menunjukkan pukul 06.15 WIB kami tinggal menunggu kedatangan Ust. Nasiruddin untuk menggenjot pedal-pedal kami siap meninggalkan Bangilan menuju wisata alam pemandian sumber Semen yang berada di Kec. Sale Rembang.

Jarak yang akan kami tempuh sebenarnya tidak jauh, sekitar 1 jam perjalanan motor. Untuk memberi sensasi dan kejutan De Adventure kami mengambil rute yang cukup menantang. Dari Bangilan ke Sale jalur seharusnya adalah lewat Kec. Jatirogo dan langsung masuk ke wilayah Sale, yang jalannya relatif landai dan tidak banyak tanjakan. Namun kali ini kami mengambil arah yang tidak biasa yaitu Bangilan lewat jalur tikus jurusan kenduruan, kemudian kearah selatan jalur Bogorejo masuk wilayah Blora.  Rutenya sebenarnya cukup jauh namun inilah sebuah adventure Panter.

Di sinilah mental Panter diuji. Karena rata-rata anggota Panter tidak memakai sepeda yang spesifikasi offroad maka kami harus memeras tenaga lebih untuk menaklukkan tanjakan demi tanjakan. Tak jarang kami harus turun dan menuntun sepeda kami. Namun syukurlah pemandangan di kiri-kanan jalan yang asri memberikan efek positif dan menambahkan semangat baru di hati kami untuk terus melangkah. Walau tak bisa dipungkiri ada juga keluhan-keluhan yang kadang menggerogoti semangat kami. Namun bendera Panter telah dikibarkan pantang surut kebelakang.

Sekitar pukul 10.30 WIB kami sampai di Bogorejo -14 KM dari jalan raya Jepon-Blora.  Disebuah warung kami beristirahat melepas penat dengan menikmati dinginnya es sisri buatan ibu warung. Alhamdulillah kak Ridho salah satu anggota Panter berbaik hati mentraksir kami semua, jadilah kami minum es rasa(h)mbayar.

Setengah jam berlalu tepat pukul 11.00 WIB Panter melaju kembali di aspal jalanan. Sesampainya di simpang tiga Pos Perhutani Gayam kami belok kanan menyusuri jalanan berbatu khas daerah pedalaman.

Sekitar setahun yang lalu saya pernah melewati jalur itu dengan motor. Saat itu jalannya baru dalam perbaikan dan belum sepenuhnya rampung. Tetapi jelang satu tahun kemudian tepatnya saat panter kami lewat jalur ini jalannya kembali rusak. Tersisa sedikit bekas aspal dan batu-batu pedel bercampur lumpur yang harus kami taklukkan. Jalannya banyak tikungan, tanjakan dan turunan-turunan tajam yang memaksa kami harus ekstra hati-hati.

Ketika perjalanan telah memasuki kawasan Sale, tepatnya di bagian selatan Desa Tawunan kami melewati jalur ekstrim. Jalannya berkelok dan menurun tajam. Orang-orang sering menyebutnya sebagai jalur Irung Petruk. Karena bentuknya yang mirip hidung salah satu dari Punakawan Pandawa dalam dunia pewayangan.

Subhanallah !!! pada tikungan terakhir di jalur petruk, salah satu anggota panter terjungkal dari sepedanya dan masuk selokan sedalam + 1,5 M. Namun syukurlah ia tidak apa-apa. Hanya sepedahnya yang harus ditambal karena ban depan kempes.

Perjalanan Panter – 1 KM dari target, sekitar pukul 12.00 WIB kami sampai di Wana Wisata Sumber Semen Sale. Ust. Nasiruddin menemui salah seorang petugas loket dan setelah terjadi tawar menawar kami diijinkan masuk.

Di pemandian Semen segala capek dan penat terbalas dengan gelak tawa riang kami bersama menyelesaikan ekspedisi “Panter De’ Semen Adventure 2013”. Sekian & Salam Liburan. JWT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar