Minggu, 02 Desember 2012

Perpustakaan Desa di Kec. Bangilan

Perpustakaan
Masih selalu terngiang ditelinga hatiku sebuah gemblengan yang sering diulas dan disampaikan oleh Abah Moehaimin Tamam Pengasuh Ponpes ASSALAM Bangilan Tuban, yaitu : "OJO NGAKU-NGAKU DADI SANTRI ASSALAM NEK DURUNG CINTA MEMBACA". Begitulah yang sering beliau gemblengkan kepada santriwan-santriwati. Dari gemblengan itu seakan beliau sangat menekankan arti pentingnya membaca bagi kalangan santri pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Aktivitas membaca tentu tidak terlepas dengan dunia buku dan buku tempatnya tentu di perpustakaan. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa membaca merupakan salah satu ciri masyarakat modern dan berperadaban, oleh karena itu segala hal yang terkait dengan aktivitas membaca perlu di prasarani dan di nominatorkan. Sangat disayangkan sekali ketika kita muluk-muluk berbicara tentang kemajuan, tentang globalisasi, tentang IPTEK jika perpustakaan saja kita tidak punya. Saya memimpikan suatu saat nanti di desa-desa se Kecamatan Bangilan punya tempat yang representatif dan ramah buat sebuah perpustakaan.

Saya rasa jika pemerintah desa maupun kecamatan punya kepedulian terhadap kemajuan wilayahnya tidak salah jika ada anggaran khusus buat perpustakaan. Masalah rendahnya tingkat baca di tengah masyarakat jangan dijadikan tolak ukur dan faktor untuk tidak membangun perpustakaan. Hal itu sedikit demi sedikit bisa dicarikan solusi dan penyelesaiannya. 

Saya sempat bangga beberapa tahun yang lalu di Kauman Bangilan berdiri sebuah perpustakaan "Sarah Wulan" swadaya perorangan yang digagas oleh Mas Luthfi. Namun karena sebab apa ternyata perpustakaan itu akhirnya berhenti beroperasi. 

Di Pertigaan Bakalan ada juga sebuah perpustakaan milik Ibu Hj. Muawanah anggota DPR RI yang sampai saat ini alhamdulillah masih beroperasi. Dan ini merupakan satu-satunya perpustakaan yang ada di wilayah ini.

Saya sendiri sebenarnya  malu menuliskan tentang ide perpustakaan desa ini tanpa ada solusi dan tanpa usaha dari saya sendiri. Namun paling tidak "krenteg" ini telah saya utarakan di blog ini, dan mari kita semua masyarakat Bangilan pada umumnya serta para pemerhati pendidikan dan kemajuan masyarakat untuk bersama bersinergi  membangun mimpi tentang Sebuah Perpustakaan Desa. Salam Baca. JWT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar