Sabtu, 20 Oktober 2012

“ 11 T” Konsep Kejawen Untuk Meraih “Kawruh dan Ngelmu”



“ 11 T”  Konsep Kejawen Untuk Meraih “Kawruh dan Ngelmu”
            Para leluhur kita orang Jawa mewejang bagaimana agar kita mampu meraih kawruh dan Ngelmu guna mengarungi samudra kehidupan dan melanglang jagad gedhe maupun jagad cilik yang telah dibentangkan oleh Tuhan dihadapan kita.
            Salah satunya adalah kita harus menempuh jalan strategi   dengan apa yang disebut “11 T” yakni :

1.      Tekad yang bermakna punya niat untuk melakukan sesuatu yang baik
2.      Teguh adalah gigih dalam mewujudkan niat tersebut
3.      Taat disiplin terhadap apa yang telah kita niatkan
4.      Tabah berarti berani dan sabar
5.      Taberi yang bermakna rajin
6.      Tlaten atau tekun terhadap niat yang telah kita canangkan
7.      Teliti
8.      Tanggen, tahan dan tidak goyah terhadap halangan dan rintangan
9.      Tanggon, memiliki kepercayaan diri yang kuat
10.  Takonan, berani bertanya baik secara lisan maupun dengan banyak membaca
11.  Tirakat atau laku prihatin

Dalam Serat Wedhatama yang ditulis oleh Mangkunegara IV dinyatakan bahwa untuk memperoleh ngelmu manusia harus menempuh laku, “Ngelmu iku kalakone kanthi laku” laku disini adalah mesubudi dan mesuraga. Mesubudi berarti membersihkan pekerti atau kelakuan dengan mengekang hawa nafsu dan angkara murka, sedang mesuraga berarti membersihkan badan dari kekotoran dan segala unsur negatif.
Melaksanakan tirakat dengan mesubudi dan mesuraga dengan jalan mengurangi kesenangan lahiriah maupun batiniah seperti makan, minum, tidur, mengendalikan segala nafsu yang tidak baik, dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah semata. Semua itu harus ditempuh untuk hamemasah, hamemasuh tajeming kalbu (mengasah, mensucikan ketajaman kalbunya) guna mencapai kawaskithaning cipta (kewaskitaan cipta/ intelegensi hati).
Semoga dengan langkah-langkah tersebut diatas kita mampu menjadi manusia yang utama, berbudi luhur, selaras lahir dan batinnya. Jwt

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar