Kamis, 27 September 2012

Macam-macam Agama


Macam-macam Agama

Ditinjau dari kepercayaannya, agama yang berkembang di dunia ada dua macam sebagai berikut :
1.       Agama Bumi
Agama Bumi atau agama wad’i (agama budaya) adalah suatu kepercayaan yang bersumber pada kekuatan alam dan bumi. Orang yang menganut agama bumi percaya bahwa di alam ada kekuatan yang dapat mengatur dan menentukan kehidupan. Agama ini berkembang pada masyarakat yang memiliki tingkat solidaritas yang tinggi dan masih memiliki pola pikir yang tradisional.
Ciri-ciri agama bumi :
a.       Kepercayaan terhadap benda-benda yang memiliki kekuatan di luar batas kemampuan manusia.
b.      Pengikutnya adalah masyarakat yang tinggal di pedalaman yang masih memiliki pola pikir sederhana.
c.       Ajaran agama tidak terpisah dengan adat istiadat dan kebudayaan dari penduduk.
d.      Sesuatu yang disembah adalah dewa-dewa, roh-roh, ataupun kekuatan alam lainnya.
2.       Agama Wahyu
Agama wahyu (agama samawi) disebut juga sebagai agama universal, yaitu agama yang hampir sebagian masyarakat dunia mengikutinya. Agama wahyu adalah agama yang bersumber dari wahyu Tuhan yang dikabarkan oleh manusia yang dipercaya sebagai utusan Tuhan.
Ciri-ciri agama wahyu :
a.       Percaya adanya Tuhan yang menciptakan dan menguasai alam.
b.      Adanya pedoman untuk menjalani keagamaan, yaitu kitab suci.
c.       Kebenaran yang diyakini adalah mutlak.
d.      Isi ajarannya adalah perintah dan larangan keagamaan.
e.      Ajarannya tegas dan jelas.
f.        Ajarannya memberikan arah dan jalan yang lengkap kepada para pemeluknya.

Perbedaan Agama Bumi dan agama Wahyu

AGAMA WAHYU

AGAMA BUMI

Konsep Ketuhanan :Monotheis

Disampaikan : rasul atau utusan Tuhan


Mempunyai Kitab Suci

Tidak terpengaruh oleh perubahan masyaraklat


Kebenaran ajaran dasarnya tahan uji dan kritik


Sistem berpikirnya tidak sama dengan system berpikir masyarakat penganutnya

Konsep Ketuhanan : Atheis

Disampaikan: manusia (hasil pikiran dan perilaku MAnusia)

Tidak memiliki Kitab Suci

Sangat terpengaruh oleh perkembangan dan perubahan masyarakat

Kebenaran ajaran dasarnya tidak tahan kritik terhadap akal manusia

Sistem berpikirnya sama dengan system berpikir masyarakat penganutnya



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar