Selasa, 04 September 2012

Digigit Ular

Pernahkah kalian digigit ular ? atau mungkin hanya mimpi digigit ular ?. Kalau digigit ular beneran semoga tidak, tapi jika mimpi digigit ular ini yang biasanya  banyak ditunggu oleh para kawula muda. Haha..tapi aku sendiri lupa dulu pernah mimpi digigit ular tidak ya ?

Kemarin malam sabtu sekitar pukul 21.00 WIB (1/9/2012) sepulang  dari rumah Singsim saya telah ditunggu oleh tamu yang tak terundang di depan pintu rumah saya Jelaru Banjarworo. Seekor ular sebesar jari tangan sedang enak-enaknya tiduran di lantai. Tidak ingin mengganggunya saya berusaha memindahkan ular tersebut dengan cara saya pegang kepalanya mungkin karena merasa terganggu belum sempat kepala ular itu saya pegang serta merta ular tersebut mematok jari telunjuk kiri saya. Kaget bercampur panik saya segera melakukan pertolongan pertama terhadap gigitan ular, darah yang mungkin terkontaminasi dengan bisa ular segera saya bersihkan dengan cara saya pijat-pijat kemudian ikat jari saya dengan tali plastik guna menghindari penyebaran bisa ular. Ingat jangan sampai kita menghisap darah dari luka yang digigit ular bisa-bisa akibatnya akan fatal. Memang tidak semua ular itu memiliki bisa yang membahayakan namun ketika kita digigit ular kita harus mewaspadainya. Apalagi baru saja saya mendengar kabar bahwa seorang pemuda dari desa Kedungwaru meninggal dunia setelah digigit seekor ular. 

Dengan perasaan yang agak panik saya segera melarikan luka saya ke Puskesmas Kec. Bangilan. Disana saya segera dibawa ke UGD oleh salah seorang petugas puskesmas. Saya segera mendapatkan suntikan guna menghindari penyebaran bisa ular. Karena di puskesmas Kecamatan tidak menyediakan Serun Anti Bisa Ular (SABU) saya disarankan untuk rujuk ke Rumah Sakit Kabupaten, di Tuban atau Bojonegoro. Karena lebih dekat ke Bojonegoro saya minta surat rujuk ke RS Bojonegoro saja.

Dalam hati kecilku sebenarnya berbicara bahwa ular yang menggigit saya itu tidak berbahaya, namun karena dipengaruhi oleh akal sehat dan dari cerita pemuda yang meninggal karena digigit ular saya mau tidak mau juga khawatir. Akankah saya rujuk ke Bojonegoro ?. Dalam kebimbangan saya pulang, waktu pulang saya sempat mampir di toko selatan Koumoera guna membeli Degan Ijo yang konon bisa mengobati keracunan. Akhirnya saya menelepon Kamituwo Kedungwaru Ust. NasiruddinSaya memberitahunya bahwa saya baru saja tergigit oleh ular. Oleh Pak Wo saya diajak untuk ke Lengkong Laju Lor guna menemui seorang yang katanya bisa menetralisir bisa ular. Sesampainya disana oleh Mbah Ali dukun ular luka saya disuwuk sambil diisap sebanyak tiga kali.

Setelah ritual pengobatan selesai saya pulang. Dirumah ternyata ketakutan saya belum juga hilang saya khawatir jika nanti saya tidur dan tidak bisa bangun lagi. Akhirnya saya pasrahkan jiwa dan hidup saya jika memang saya harus tertidur untuk selamanya itu tlah menjadi garis hidup saya. "Gedongono kuncenono yen wus pesthi mongso wurungo" haha..ini yang agak melegakan perasaan saya. 

Sebenarnya saya jadi pengin tertawa sendiri jika mengingat kejadian itu. Lha wong luka saya juga tidak seberapa dan reaksi gigitan ularnya pun tidak saya rasakan namun  ketakutan saya melebihi apa yang telah menimpa saya. Saya putuskan tidur dan berdo'a "BISMIKALLAHUMMA AHYA WA AMUUT"

Alhamdulillah paginya saya masih bisa berucap "ALHAMDULILLAAHILLADZII AHYAANAA BA'DAMAA AMAATANAA WA ILAIHINNUSYUUR" 

Inilah pagi yang bertabur syukur yang pernah saya rasakan sepanjang hidup saya setelah sebelummnya seakan saya berdiri di gerbang kematian. Dan hidup ini memang layak disyukuri sebelum pemilik hidup mengambilnya dari kita. Salam. Jwt

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar