Minggu, 16 September 2012

Bimbinglah anak dalam meningkatkan perkembangan bahasa lisan


Bimbinglah anak dalam meningkatkan perkembangan bahasa lisan

Ada dua jenis perkembangan bahasa.
  
    1.   Bahasa reseptif yaitu mendengar dan memahami  bahasa orang lain
    2.   Bahasa produktif, yang kadang-kadang juga dikenal sebagai bahasa ekspresif yang berarti pembentukan kata-kata, pikiran dan ide-ide dalam ungkapan.

Kedua  jenis perkembangan bahasa ini harus diperhatikan dalam program dan kegiatan untuk anak. Seorang anak yang bisa memahami perkataan orang lain dan mengungkapkan keinginan dan pikirannya sendiri dengan lancar akan menjadikan anak yang merasa yakin pada dirinya sendiri.

Lalu bagaimana agar anak bisa mengembangkan bahasa lisannya ?
Silahkan pantengin tips-tips berikut ini :

-          Luangkan waktu untuk anak dan bercakap-cakaplah dengan dia
-          Manfaatkan setia kesempatan untuk memperkaya perbendaharaan kata-katanya. Misalnya ketika Ibu memasak dan anak mengamati atau membantu, ibu bisa mendeskripsikan apa yang sedang terjadi atau dilakukan. “Sekarang ibu akan mengaduk adonan ini. Setelah itu Andi bisa menuangkan satu cangkir susu ke dalam adonan ini.”
-          Beri instruksi dengan jelas. Gunakan kalimat sederhana dengan artikulasi yang jelas. Jika perlu demonstrasikan instruksi tersebut agar anak bisa mengaitkan setiap kata dengan maknanya.
-          Biarkan anak menyelesaikan kalimat atau pertanyaannya. Jangan menginterupsi perkataan anak hanya karena anda tergesa-gesa dan sudah tidak sabar atau karena ada kesalahan tata bahasa dalam kalimat anak anda. Kebiasaan menginterupsi anak yang berlebihan akan sangat merusak rasa percaya diri anak dan membuat anak menjadi ragu-ragu. Bahkan pada beberapa kasus, anak menjadi gagap dan menutup diri.
-          Ciptakan kebiasaan mendongeng atau membaca cerita sebelum tidur. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh ibu dan ayah atau anggota keluarga yang lain secara bergantian.
-     Bahas cerita atau dongeng. Gunakan kalimat tanya terbuka untuk memancing anak mengungkapkan ide-ide dalam kalimat. Pertanyaan seperti “Menurut kamu, apa yang akan anak-anak itu lakukan ?” akan lebih memancing pemikiran daripada “Apakah anak-anak itu akan berenang ?”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar