Rabu, 29 Agustus 2012

Sungkeman Santri ASSALAM Bangilan Tuban

Awal masuk sekolah (29/8/2012) setelah libur panjang bulan syawal santriwan-santriwati ASSALAM Bangilan menggelar acara sungkeman saling berjabat tangan bersama ustadz dan ustadzah. Santri putra berjabat tangan dengan ustadz sedangkan santri putri berjabat tangan dengan ustadzah. Dengan diiringi oleh lantunan sholawat yang dipimpin oleh ustadz Mulyadi, ritual salaman pun berjalan, saling bersalaman dan saling memaafkan serta saling mendo'akan. 
Senandung bacaan :
من العائدين والفائزين كل عام وانتم بخير
dijawab dengan : 
تقبّل الله منّا ومنكم تقيّل يا كريم 

Acara yang digelar di halaman sekolah itu dalam rangka melestarikan dan menjaga tradisi leluhur guna melatih yang muda untuk menghormati yang lebih tua, begitu tausiyah yang diberikan oleh Ustadz Yunan Jauhar. Lebih lanjut Gus Yunan mewedar arti dan makna dari sungkeman yang telah menjadi tradisi masyarakat Jawa. Pada saat bulan Syawal biasanya masyarakat punya hajat yang dikenal dengan istilah "Kupatan" atau "Bodo Kupat" (jawa) biasanya Kupatan dilaksanakan 7 hari setelah perayaan hari raya Idul Fitri. kata kupatan ini bila dijabarkan pengertiannya adalah "KUlo LePAT masyarakat Jawa mengakui bahwa mereka punya salah sehingga harus saling memaafkan guna menyempurnakan hari dimana mereka kembali kepada fitroh atau kesucian. Selain membuat Kupat masyarakan juga membuat "Lepet" yang memiliki makna "SiLEP Ingkang RaPET" mari kita tutupi, kita kubur kesalahan kita. Kesalahan yang sudah dimaafkan untuk tidak diulang kembali dengan hati bersih bersinar agar persaudaraan semakin erat dan dengan saling memaafkan maka kesalahan tidak menjadi dendam yang terbawa sampai mati.

Bahkan ketika awal masuknya orang-orang Arab ke tanah Jawa mereka terheran-heran dengan adat masyarakat Jawa yang guyup rukun terhadap sesamanya dalam menjalin tali silaturrahmi.

ما احسن هذه العادة

Begitulah sekilas Wejangan yang telah diwedar Gus Yunan yang disampaikan dalam rangka sungkeman Santri ASSALAM Bangilan Tuban. Semoga kita semua kembali suci kembali fitri seperti bayi yang baru terlahir kembali. Jwt.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar