Minggu, 20 Mei 2012

Rosulullah dan Pengemis Yahudi

Suatu hari di sudut pasar kota Madinah ada seorang pengemis Yahudi yang buta. Ia setiap hari selalu berkata, 'Wahai saudaraku, janganlah kalian mendekati Muhammad. Dia itu orang gila. Dia pembohong. Dia adalah tukang sihir. Jika kalian mendekatinya pasti kalian akan dipengaruhinya.'
Setiap pagi Rosulullah mendatanginya dengan membawa makanan dan tanpa berkata sepatah kata pun Rosulullah menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu, walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernamg Muhammad. Rosulullah saw. melakukannya hingga menjelang beliau wafat. Setelah Rosulullah wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
suatu hari Abu Bakar berkunjung ke rumah anaknya, Aisyah istri Nabi. Beliau bertanya kepada anaknya, 'wahai anakku, adakah sunnah Rosulullah yang belum aku laksanakan ? Aisyah menjawab, 'Semuanya sudah engkau kerjakan, hanya ada satu sunnah.' Abu bakar bertanya, 'Apakah itu ?' Aisyah menjawab, 'Setiap pagi Rosulullah selalu pergi ke ujung pasar dengan membawa makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana.
Keesokan harinya Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya si pengemis marah sambil berteriak, 'Siapakah kamu?' Abu Bakar menjawab, 'Aku orang yang biasa menyuapimu, Pengemis itu berkata, 'Bukan engkau bukan orang yang biasa mendatangiku. Apabila ia dtang kpdku, tdk susah tngan ini memegang dan tdk susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tetapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dg mulutnya setelah itu ia berikan kepadaku dengan mulutnya sendiri.'
Abu Bakar tak dapat menahan air matanya. Ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, 'Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rosulullah. ''Begitu mendengar penjelasan Abu Bakar tersebut pengemis itu pun langsung menangis. ''Benarkah ?''katanya. ''selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi tanpa pamrih. ia begitu mulia. ''Pengemis Yahudi tersebut akhirnya bersyahadat dan memeluk Islam di hadapan Abu Bakar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar