Rabu, 21 Maret 2012

Senandung Tembang Asmaradana di Kec. Bangilan

Meledaknya bom di  Bangilan Senin pagi 19 Maret  2012 menjadi sensasi tersendiri bagi kota kecamatan tersebut. Bayangkan kota yang awalnya begitu damai, tentram dalam sekejap bersamaan dengan meledaknya bom rakitan di belakang ndalemnya Pak Pur dan Bu Zair suasana menjadi berubah. Banyak polisi berseliweran, orang-orang yang tidak kita kenal berlalu-lalang, insan-insan media pun sama berdatangan mencari berita tentang kasus meledaknya bom tersebut. Orang-orang sama bertanya-tanya, saling kasak-kusuk ada apa dengan Bangilan ? ada apa dengan pak Pur dan Bu Zair yang ketepatan menjadi target dari bom tersebut. Tidak ketinggalan media cetak, media TV, internet  bahkan semua mata dan mata-mata mungkin sedang  tertuju pada kota kecil ini.

Saya berharap semua orang bisa menahan diri dengan kasus ini, jangan sampai ada yang terpancing dengan suasana yang sedang keruh ini, mungkin kita memang sedang dipancing oleh pihak-pihak yang tidak kita ketahui. Serahkan semua pada yang berwajib karena semua sedang dalam penyelidikan, jangan sampai kita saling melempar statemen yang ngalor-ngidul tidak jelas yang bisa menjadi teror baru bagi masyarakat itu sendiri. Jangan langsung mengambil kesimpulan sebelum semua jelas sebab  membicarakan sesuatu yang kita belum mengetahui dengan sejelas-jelasnya itu namanya gosip, kabar burung, kabar kabur kata teman di facebook.

Menurut pernyataan resmi dari Bapak Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko senin siang pasca peledakan bom saat beliau sidak di tempat kejadian bahwa peristiwa tersebut tidak terkait dengan jaringan teroris manapun tetapi peristiwa tersebut adalah tindak kriminal murni, begitu ungkapnya. Dan hal ini didukung fakta penyelidikan dan fakta yang ada di lapangan. Ini yang harus diketahui oleh masyarakat. Agar masyarakat tidak resah bahwa di Bangilan telah ada gerakan teroris. Memang beda tipis antara teroris dan teror kan ? Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanaskan dan mengeruhkan suasana seperti sekarang ini.

Saya memberi judul tulisanku ini adalah "Senandung Tembang Asmaradana di Kec. Bangilan" lalu apa hubungannya ? Bukankah tembang itu indah ? 

Begini yang ingin saya maksudkan, Asmaradana adalah salah satu dari tembang mocopat. Dalam khasanah kebudayaan jawa asmara itu memiliki arti cinta, dana itu berasal dari kata dahana yang berarti api. Jadi asmaradana berarti "Api Cinta". Disinyalir peristiwa ini dilatarbelakangi oleh api cinta yang tak  tersalurkan sehingga bom tersebut yang akhirnya menjadi pelampiasan cinta yang sedang membakar. Maka BLEUMMMM !!!!!!...... meledaklah bom cinta dan jatuhlah  dua korban yang tak berdosa. (dalam Penyelidikan)

Lalu siapakah kira-kira pelaku yang menyenandungkan tembang asmaradana di Kec. Bangilan  ini ? Sekali lagi kita tunggu kerja aparat, dan jangan membuat kira-kira, saya juga menghimbau teman-teman di facebook untuk tidak bilang bom teroris yang sedang melanda Bangilan, karena sejatinya bahasa dan ungkapan kita itu akan mempengaruhi masyarakat luas tentunya. Selamat Menahan  diri. jwt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar