Selasa, 10 Januari 2012

Desa Medalem Kec. Senori


Desa Medalem


Setiap desa pasti memiliki sejarahnya masing-masing demikian halnya dengan Desa Medalem.
Sejarah asal muasal desa seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun-temurun dan disampaikan dari mulut kemulut. Sehingga sulit dibuktitakan kebenarannya secara fakta.
Desa Medalem menurut cerita dulu hanyalah suatu kelompok orang yang hidup jauh dari keramaian yaitu berada di tengah sawah yang diberi nama Kiteran (Keliling), ini berawal dari kejadian bahwa pemukiman penduduk yang berada di tengah sawah tersebut setiap malam selalu dikiteri (dikelilingi) binatang buas yaitu harimau, sehingga bekas pemukiman penduduk tersebut diberi nama Kiteran yang artinya dikelilingi.
Kejadian tersebut berlangsung sampai datanglah seorang Pujangga dan mengajak pindah penduduk yang bertempat tinggal di daerah tersebut. Supaya tidak terganggu oleh binatang buas yang selalu mengelilingi tempat tersebut.
Atas saran Pujangga tersebut akhirnya penduduk bersedia keluar dari sawah tersebut dan terbagi menjadi 2 (dua) bagian / kelompok bertempat tinggal di sekitar sumur ingas, sedangkan kelompok satunya bertempat tinggal di sumur gede di bawah pohon besar bernama pohon Soko yang sekarang menjadi dusun Soko.
Sehingga mulai saat itu diberi nama Medalem dari kata Soko dan Dalem (bahasa jawa) artinya dari rumah.


Sejarah Pemerintahan Desa Medalem

Pada awal terbentuknya desa Medalem dipimpin oleh seorang ketua kelompok dari warga tersebut yang paling tua, pada masa penjajahan pemimpin tersebut bekel ( Kepala Desa ) sekitar tahun 1921.
Kemudian disebut Lurah dan yang pertama kali menjadi Lurah bernama Kahono kemudian diganti oleh: Mawardi, Lembuk, Marsidin, Parman, seiring berkembangnya pemerintah berubah menjadi Petinggi ( Kepala Desa ) sampai dengan sekarang dan yang pertama kali menjadi Petinggi ( Kepala Desa ) tersebut adalah :

1.    Benyamin (1939 – 1969)
2.    Murtoyo(1969 – 1972) pada tahun 1973 di PJ Carek bernama Samin.
3.    Munandar (1973 – 1986) pada tahun 1986 – 1989 di PJ oleh Carek bernama   
     Masduk.
4.    Badrul Munir (1989 – 1997)
5.    Jauharul Ihsan (1998 – 2007) pada tahun 2007 di PJ oleh Carek Saubari
     selama 3 bulan.
6.    Jauharul Ihsan (2007 – sampai sekarang).

Pada zaman dahulu pemerintahan desa terpusat di rumah Kepala Desa berbeda dengan sekarang, pemerintahan desa dilaksanakan di desa, dalam tugasnya sehari-hari Kepala Desa dibantu oleh Aparatnya yang sekarang ini disebut Kaur.

Balai desa dibangun pada tahun 1975 – 1976 pada masa pemerintahan Munandar, balai desa dibangun di kampong milik bapak Sarpangi yang digantik dengan Sawah Celengan milik Desa, sedangkan rumah yang dipakai adalah rumah bekas sekolah yang dibongkar karena akan dibangun oleh pemerintah.

Masjid dibangun sejak tahun 1952 di kampong milik bapak Sakidin yang berbentuk rumah Doro Pepek dan mulai dibangun/diperbaiki pada  tahun 1980 di masa kepemimpinan Kepala Desa Munandar.

Di dusun Soko ada Makam yang dikenal dengan nama Makam Ploso, oleh sebagian penduduk setempat, makam tersebut sebagai Makam Waliyullah ( Sunan Kalijaga) kemudian, pada tahun 1999 sebelum Bapak K.H Abdurrahman Wahid (Gusdur) menjadi Presiden beliau mengunjungi dusun Soko untuk berziarah Makam Ploso, melalui kunjungan itulah dibenarkan bahwa Makam tersebut adalah Makam Wali atau Makam Sunan Kalijaga, sehingga sampai sekarang Makam tersebut tetap diziarai dan di hauli setiap tahunnya (di bulan Muharram).

Nara sumber :

NO
NAMA
UMUR (TAHUN)
ALAMAT
1.
Masduk
79
Dusun Medalem
2.
Rakidin
77
Dusun Medalem
3.
Trimo
88
Dusun Medalem
4.
Wasiran
71
Dusun Medalem
5.
Siban
75
Dusun Medalem
6.
Patkur
80
Dussun Soko
7.
Kayen
65
Dusun Medalem
8.
Marsam
75
Dusun Medalem

Oleh : Siti Rofiah Kls IV B MA ASSALAM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar