Senin, 12 Desember 2011

Tidak Ingin Di Pritakan


Ini adalah contoh keteledoran rumah sakit dalam menangani pasiennya. Sebut saja Mbak Bunga yang baru melahirkan anak disebuah Rumah sakit di daerah (B). Dengan terpaksa ia harus dibawa ke rumah sakit dikota, karena kondisi kandungannya yang lemah. Setelah melahirkan bayinya harus berada dalam ruang isolasi bayi karena kondisinya yang kurang sehat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pelayanan rumah sakit kadang kurang bersahabat dengan orang miskin.

Setelah di isolasi kurang lebih 10 hari akhirnya bayi laki-laki tersebut dibawa pulang. Dirumah seperti lazimnya masyarakat pedesaan, bayi akan dirawat oleh dukun bayi. Seperti biasa mbah dukun tiap pagi dan sore akan datang  kerumah untuk memandikan bayi. Pada suatu pagi mbah dukun memandikan bayi tersebut dan memberi minyak telon serta membedaki bayi. Ketika mbah dukun sedang noto puser bayi ia merasakan ada sesuatu yang aneh di pusar tersebut. Ketika diperiksa ternyata ada selang yang masih tertinggal di dalam pusar jabang bayi. Kemudian bayi dibawa ke bidan terdekat dan oleh bu bidan selang tersebut dicabut. Alhamdulillah tidak terjadi infeksi, dan kondisi bayi sehat.

Demikian kisah nyata yang penulis temui, semoga ini menjadi pelajaran untuk kita semua. Dan sekali lagi seperti yang ditulis sebagai judul, penulis tidak bermaksud menyebarkan aib tapi sebagai pelajaran belaka. Jadi penulis tidak ingin di Pritakan seperti ibu Prita.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar