Senin, 26 Desember 2011

Masyarakat Dani



      Sebutan “Orang Dani” yang sekarang dipakai untuk menamakan penduduk lembah Baliem berasal dari sebutan orang Mori, penduduk daerah dataran tinggi Pinai untuk menyebut penduduk penduduk lembah Baliem. Kata Dani dari kata Ndani karena ada perubahan fonem maka huruf N hilang dan menjadi Dani, artinya adalah orang asing.
      Penduduk lembah Baliem sendiri tidak mau menggunakan nama tersebut, dan lebih suka menamakan dirinya sendiri sebagai nit (akuni) Pallimeke , yang berarti “Kami (orang) dari Baliem”, meskipun mereka tidak setuju dengan nama tersebut tetapi masyarakat umum sudah terlanjur menggunakan nama tersebut di dalam laporan-laporan dan karangan-karangan etnografi mereka sehingga nama itulah yang sekarang dipakai secara resmi.

Masyarakat Dani memiliki 3 sub bahasa ibu secara keseluruhan, dan ketiganya termasuk bahasa-bahasa kuno yang kemudian seiring perjalanan waktu, ketiga sub bahasa ibu ini pun memecah menjadi berbagai varian yang dikenal sekarang ini di Papua. Sub bahasa ibu itu adalah;
  1. Sub keluarga Wano
  2. Sub keluarga Dani Pusat yang terdri ataslogat Dani Barat dan logat lembah Besar Dugawa
  3. Sub keluarga Nggalik - Dugawa


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar