Sabtu, 03 Desember 2011

DINAMIKA KEBUDAYAAN/ Unsur-unsur religi


b.       Unsur-unsur Religi
1.      Emosi keagamaan ( religion emotions )
2.      Sistem Kepercayaan
a.       Dunia Gaib
b.      Dewa-dewa
c.       Makhluk-makhluk halus
d.      Kekuatan sakti
e.       Kesusastraan Suci


3.      Sistem Upacara Keagamaan
a.       Komponen Upacara Keagamaan
Perasaan manusia terhadap dunia gaib seperti rasa, cinta, hormat, bakti, takut, ngeri, atau berbagai macam perasaan mendorong manusia untuk melakukan perbagai perbuatan yang bertujuan mencari hubungan dengan dunia gaib. Proses tersebut disebut kelakuan keagamaan atau relegius behavior. Kelakuan keagamaan yang dilaksanakan menurut tata kelakuan baku disebut upacara keagamaan atau relegius ceremonies atau rites. Tiap upacara keagamaan terdiri dari empat komponen yaitu :
1.      Tempat Upacara
Upacara keagamaan biasanya ditempatkan ditempat-tempat yang dianggap keramat dan suci, seperti di pusat desa, di kuburan, di tengah sawah atau ladang, di bawah pohon-pohon besar, di sungai, laut, goa, gunung dll.
2.      Saat Upacara
Saat upacara biasanya dilakukan saat-saat penting, saat keadaan genting atau saat-saat krisis. Misalnya : waktu hamil, waktu kelahiran, waktu perkawinan, waktu ada kematian dll. Upacara-upacara tersebut dalam antropologi disebut upacara-upacara waktu  krisis (crisis rites) atau upacara-upacara untuk melalui waktu krisis (rites de passage).
3.      Benda-benda upacara
Benda-benda upacara bias berupa sesajen,  patung-patung sebagai lambang dewa, topeng dll.
4.      Orang yang melakukan Upacara
Menurut Koentjaraningrat orang yang melakukan upacara keagamaan dibagi menjadi tiga yaitu :
1.      Pendeta
2.      Dukun
3.   Syaman (dukun sihir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar