Rabu, 30 November 2011

KERAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA /D. Hubungan Antarbudaya



D.       Hubungan Antarbudaya
Pada kebudayaan manusia bersifat dimanis, selalu mengalami perubahan walau secara sangat lambat. Sejak dulu hingga sekarang terjadi saling mempengaruhi budaya melalui beberapa proses antara lain : difusi, akulturasi, asimilasi, dan penetrasi budaya.

1.      Difusi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia difusi dinyatakan sebagai proses penyebaran atau perembesan budaya suatu unsur kebudayaan dari satu pihak kepada pihak lain. Menurut W.A. Haviland difusi adalah penyebaran kebiasaan atau adat-istiadat dari  kebudayaan yang satau kepada kebudayaan yang lain.
Proses difusi berlangsung melalui teknik meniru atau imitasi karena meniru lebih mudah daripada menciptakan sendiri.
Contoh Difusi :
-            Penyebaran jenis tanaman Amerika Tengah, seperti kentang, ketela serta teknik penanamannya
-            Meniru teknik berdagang ala Cina, meniru militer Jepang, meniru cara orang Minang membuka warung makan dan lain-lain.
            Proses difusi unsur-unsur kebudayaan daerah ke dalam kebudayaan nasional disebabkan oleh beberapa hal berikut ini :
a.     Fungsinya cocok buat masyarakat
b.    Mudah diterima atau mudah diserap, contohnya : unsur budaya material dan teknologi
c.     Unsur budaya daerah sangat digemari karena keindahannya (benda-benda seni) dan rasanya (makanan).


2.        Akulturasi
Akulturasi merupakan suatu perubahan besar dari suatu kebudayaan sebagai akibat adanya pengaruh dari kebudayaan asing. Menurut Koentjaraningrat, akulturasi menyangkut konsep mengenai proses   sosial yang timbul apabila sekelompokk manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaann asing sehingga unsur-unsur asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan asli.
Beberapa bentuk proses akulturasi :
1.      Substitusi
Unsur budaya lama diganti dengan unsur budaya baru yang memberikan nilai lebih bagi para penggunanya. Contoh, ojek sepeda diganti dengan sepeda motor, alat mbajak sawah diganti dengan traktor.
2.      Sinkretisme
Unsur budaya lama yang masih berfungsi berpadu dengan unsur budaya baru sedemikian serasinya sehingga membentuk system baru. Contohnya, perpaduan agama Buddha dan Hindu pada zaman kerajaan Singosari melahirkan agama Tantrayana.
3.      Adisi
Unsur budaya lama yang masih berfungsi yang masih berfungsi ditambah unsur budaya baru sehingga memberikan nilai lebih. Contoh, penggunaan kendaraan bermotor melengkapi sarata transportasi tradisional seperti becak dan andong.
4.      Dekulturasi
Unsur budaya lama hilang karena diganti oleh unsur budaya baru. Contohnya, delman atau andong digantikan oleh angkot.
5.      Originasi
Masuknya unsur budaya baru yang sebelumnya tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Contoh, proyek listrik tidak hanya mengubah penggunaan lampu teplok tetai juga mengubah perilaku hidup masyarakat.
6.      Rejection
Penolakan  sebagian anggota masyarakat yang tidak siap dan tidak setuju terhadap proses akulturasi karena dianggap dapat menimbulkan dampak yang negative. Contohnya, menolak berobat ke dokter dan lebih percaya ke dukun, menolak penggunaan bahan bakar elpiji dan lebih memilih menggunakan minyak tanah ataupun kayu bakar.

3.        Asimilasi
     Asimilasi merupakan proses perubahan kebudayaan secara total akibat membaurnya dua kebudayaan atau lebih sehingga cirri-ciri kebudayaan yang asli atau lama tidak tampak lagi. Menurut Koentjaraningrat, asimilasi adalah suatu proses sosial yang terjadi pada berbagai golongan manusia denga latar kebudayaan berbeda. Setelah mereka bergaul dengan intensif, sifat khas dari unsur-unsur kebudayaan masing-masing berubah menjadi unsur kebudayaan campuran.

a.       Faktor Pendorong Asimilasi
1.      Adanya perbedaan diantara masing-masing pendukung kebudayaan.
2.      Adanya sikap menghargai orang asing.
3.      Adanya sikap terbuka dari golongan yang berkuasa.
4.      Adanya perkawinan campuran (amalgamasi).
5.      Adanya Persamaan unsur-unsur kebudayaan.

b.      Faktor Penghambat Asimilasi
1.      Sifat takut terhadap kebudayaan lain.
2.      Kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan luar.
3.      Perasaan seperioritas yang besar dari sati individu kebudayaan terhadap kebudayaan lain.
4.      Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
5.      In-group feeling yang kuat. (artinya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada budaya dan kelompok tertentu).

4.        Penetrasi Budaya
     Penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh kebudayaan asing yang sedemikian rupa sehingga menimbulkan perubahan kebudayaan secara besar-besaran dalam waktu yang relative singkat. Proses penetrasi bisa berjalan melalui dua cara, yaitu :
1.      Penetrasi budaya dengan cara damai (Penetration Pacifique).
2. Penetrasi budaya dengan cara kekerasan (Penetration Violence).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar