Rabu, 29 Juni 2011

Serial Menjadi Orang Tua Bijak/ bagian 7


7. Ketika bayi mulai belajar merangkak, amankan rumah anda dan jauhkan segala potensi bahaya.
Mengapa ?
Banyak orang tua lebih mementingkan dekorasi rumah daripada pertumbuhan anak mereka. Anak yang harus menyesuaikan dengan keinginan orang tua untuk mempunyai rumah dengan penataan yang indah. Hiasan-hiasan Kristal dan lain-lain yang indah, mahal namun mudah pecah diletakkan di atas meja dan rak-rak. Tentu saja penataan rumah yang indah menjadi menyenangkan dan mengundang pujian bagi pemilik rumah dari para tamu yang kebetulan memperhatikan. Di sisi yang lain, secara alamiah, anak kecil terdorong oleh rasa ingin tahunya untuk meraih dan memegang hiasan-hiasan tersebut. Karena perkembangan motorik halus belum sempurna, benda-benda yang ada dalam pegangan tangan mudah lepas dan jatuh. Melihat hal ini orang tua melarang dan bahkan berteriak-teriak membatasi anak untuk menyelamatkan benda-benda mahal tersebut. Tanpa disadari keterkaitan orang tua terhadap benda-benda tersebut berakibat pada pembatasan ruang gerak anak. Sebelum mencapai usia 2 tahun, anak sedang mengalami perkembangan motorik kasar dan halus melalui penjelajahannya atas dunia di sekitarnya. Jika pada masa penjelajahan ini anak merasa dibatasi, dia akan kehilangan kesempatan bukan saja untuk mengembangkan motorik kasar dan halusnya tetapi juga lebih penting untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya.



Terlalu banyak kata “tidak” dan “jangan” yang didengar anak pada masa penjelajahan ini akan mengarah pada dua kemungkinan. Pada anak dengan kecenderungan karakter yang lemah, reaksi negative berupa kata “tidak” dan “jangan” tersebut akan menimbulkan perasaan bersalah yang mengarah pada ketakutan untuk mengambil resiko dan berkurangnya rasa percaya diri. Jika reaksi negative it uterus-menerus dialaminya, dia akan makin kehilangan kepercayaan bahwa dia bisa mengambil tindakan yang tepat. Sebaliknya pada ada anak denga kecenderungan karakter yang kuat reaksi negative bisa memancing sikap memberontak dan menantang kekuasaan orang tua. Reaksi reaksi negative berupa kata “tidak” dan “jangan” akan membuat anak makin keras menguji keteguhan orang tua dan melanggar pembatasan-pembatasan atas ruang geraknya.

Mempunyai anak berusia di bawah 2 tahun tidak berarti rumah harus menjadi semrawut dan tidak tertata. Kuncinya adalah prioritas orang tua selama proses pertumbuhan anak dan upaya orang tua dalam penataan rumah yang child-proof dan child-frienly (tahan anak dan ramah anak). Anak perlu diberi ruang dan kebebasan untuk menjelajahi rumahnya sendiri sehingga penataan rumah harus dibuat aman dan nyaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar