Senin, 01 Februari 2010

MENJEMPUT MATAHARI

Selaksa rindu
sejuta rasa
bergolak dikedalaman jiwa
tetes-tetes embun pagi
membasahi pucuk-pucuk kehidupan
menyegarkan cinta yang lama terpendam
harapan demi harapan
berubah menjadi kecemasan
menghantui perputaran jam dinding
yang serak-serak berdenting
subuh semakin bertalu
fajar pun menyeruak
merobek tirai malam
menebar senyum
indah cakrawala dini
itu dia
matahari pagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar